Cerita Ayah

Untuk Arden Anakku, Nikmati Sekolah Bermain dan Bergembiralah

Suatu kali ketika ibu sibuk berkerja mengurusi anak muda dan pekerja pabrik, kita duduk berdua bercerita tentang sekolah bermain kelak. Ingat sekolah itu Mah… eh rukun iman ada enam perkara.

Arden : Ayah, apa sekolah alam itu, boleh main kayak sekolah PAUD?

Ayah : Boleh nak, yang enggak boleh itu bolos keseringan.

Arden : Kenapa, di PAUD boleh. Ade boleh di Cianjur lama-lama.

Ayah : Karena bayar uang sekolah mahal.

Arden : Apa yah?

Ayah : eh enggak, biar kamu jadi model dan hafal rukun iman ada enam perkara…

Arden : Ah bohong, kata Ayah tadi jajan Ade mahal ya?

Ayah : Bukaaan Adeee… Uang sekolah yang mahaaal… Eh rukun iman ada enam perkara…

Aku tak menyangka akan mengantar Arden sekolah tingkat SD pertama kali nanti. Selasa pekan depan akan jadi hari besar dalam hidupnya, hidupku, dan ibunya. Tetapi begitulah jalannya, enam tahun lalu kau masih belum bisa ngomong dan tak mampu berdiri.

Kini, kau mulai masuk sekolah dan sering bercerita sama Ibu dan Ayah tenang sekolah. Sekolah bermain sesuai harapanmu. Tempat belajar yang tidak berbeda suasananya dengan PAUD Al-Fitroh.

Baca juga : Gemar Main Game Antara Aku dan Adik-Adikku

Maka Sekolah Bermain Itu Adalah Sekolah Alam Indonesia yang Dipilih Untukmu

Bagi kami yang tersulit mencari sekolah yang sesuai harapanmu dan berbeda metode pengajarannya. Sekolah yang bisa menampung keinginan Arden tentang tempat belajar yang sekaligus tempat bermain.

Setelah tanya sini dan sana, sekolah itu ditemukan juga namanya Sekolah Alam Indonesia. Sebelum memutuskan pun, Ayah dan Ibu harus berunding dan mencari informasi tentang sekolah alam tersebut.

Apa daya kami kalau memberikanmu pendidikan, tetapi kamu tak suka.

Meski biaya sekolah tidaklah murah dengan ukuran ekonomi keluarga saat ini, tetapi biaya itu datang saja mengalir. Itu tentu rejekimu yang akan masuk SD.

Benar kata kakekmu, inti dari menyekolahkan itu niat dari orang tua dan keinginan dari anak. Orang tua mendidik dengan memberi banyak pengertian tentang pentingnya pendidikan. Anak akan memahami kenapa dia harus menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Selain itu, si anak memang mau sekolah.

Baca juga : Untuk Apa sih Mengenalkan Lagu Anak Kepada Arden?

Selebihnya Arden Tenang Saja, Urusanmu Adalah sekolah Bermain

Lebih dari apapun itu, sekolah bermain tetaplah tujuan utama. Bersenang-senanglah, karena waktu tidak akan terulang.

Ingatlah hari pertama di sekolahmu dengan rasa menyenangkan. Karena begitulah Ayah yang masih ingat sekali sering diantar nenek dan bou, agar tidak menangis di hari pertama di sekolah.

Kalau kamu, aku dan ibu yakin tidak akan menangis. Kau sendiri yang bercerita, kalau di sekolah itu rame. Tidak belajar, tidak membaca, dan cukup bermain saja.

Nanti juga kau akan mengerti apa sebenarnya sekolah itu. Lalu, Ayah bingung mau menulis apalagi…

Selamat sekolah Arden, anak semata wayang kami. Jadilah anak yang menyenangkan dan baik pada teman serta guru di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *