Cerita Arden

Arden, Aku Minta Maaf. Maaf-Memaafkan itu Gampang.

Yeye, teman Arden yang paling sering ke rumah datang, berkelahi dan bilang aku minta maaf. Bukannya memberi salam. Dia malah bilang, “aku mau minta maaf.” Aku tercengang. Diam seperti waktu berhenti ketika mereka saling bersalaman. Arden gayanya sudah kayak orang gede. “Iya, aku maafin,” katanya menutup adegan aku minta maaf dan dimaafkan tersebut. Muka Yeye… Read More Arden, Aku Minta Maaf. Maaf-Memaafkan itu Gampang.

Cerita Ayah

Arden, Hormatilah Abah Tukang Sampah Seperti Menghormati Orang Tuamu

Arden selalu teriak, “Ayah, Abah dataaaanggg.” Ini sebuah pertanda, kalau Abah tukang sampah datang. Abah yang giginya sudah tidak ada lagi. Sungguh, kalau dia tertawa. Mulutnya kosong melompong hanya tersisa lidah tua. Setua umurnya. Arden sering menjadi orang pertama yang mengetahui Abah datang. Abah pun akan bersaut-sautan bercanda dengan Arden. “Hahaha, abah itu calanana soek,”… Read More Arden, Hormatilah Abah Tukang Sampah Seperti Menghormati Orang Tuamu

Cerita Arden

Kalau Cita-Cita Menjadi Supir Kereta Api Boleh Gak? Jadi Model Ya Ya Ya…

Soal Cita-cita, dari kecil aku sudah mulai mengenalkan pada Arden jadi model atau supir kereta terserah. Seringlah awak tanya, mau jadi apa Arden? Jadi model ya? Sayang disayang oi-oi… Dia tak mau jadi model, dia mau menjadi supir kereta, alias masinis. Sudah jelaslah ini, dia mau menjadi supir kereta, gara-gara sering naik kereta dan melihat… Read More Kalau Cita-Cita Menjadi Supir Kereta Api Boleh Gak? Jadi Model Ya Ya Ya…