Sahabat Suka Duka dan Dia Selalu Tertawa

Jaringan Persahabatan
Pixabay.com

“Jika Anda memiliki teman baik, tidak peduli berapa banyak kehidupan yang payah, mereka dapat membuat Anda tertawa.”-  William Shakespeare

Beberapa kali merasa kesulitan, akuh tahu akan menghubungi siapa, selain sanak keluarga. Apalagi kalau  sudah tidak mampu lagi membeli makanan, akuh pasti menelpon sahabat akuh. Orang yang selalu tanpa tanda tanya kalau membantu, “butuh seberapa besar?” katanya suatu kali. Kalau sudah begini, tiada ragu dan bimbang, tinggal sebut nominal uang dan uang langsung ditransfer. Tetapi sayangnya yang namanya sahabat itu tak banyak, jumlahnya mungkin hanya berjumlah hitungan jari tangan sebelah kanan. Sedangkan jemari tangan sebelah kiri tak termasuk sahabat mereka hanya teman biasa. Bagiku teman itu hanya untuk berbagi tawa, tetapi tidak berbagi uang. Sedangkan sahabat, dia berbagi uang ketika kita susah dan berbagi tawa ketika duka. Eh bukan berbagi uang saja, tetapi berbagi dalam banyak hal.

Sebenarnya akuh sering bertanya-tanya kenapa sahabat hanya sedikit jumlahnya. Lalu, apakah akuh akan melakukan hal yang sama kepada dia yang selalu menyambut dengan tawa ketika merasa lelah menghadapi kehidupan fana ini. Kalau kupikir mungkin akuh akan melakukan hal yang sama untuknya, tetapi tidak untuk teman lain. Karena dia bukan sahabatkuh.

 Sahabat itu Hanya 5 Orang, Tidak Lebih

Akhirnya, akuh memperoleh jawabannya. Ini bukan jawaban asal bunyi tentang sahabat atau kata-kata aduhai ala Mario Teguh. Ini hasil penelitian Antropologi. Jadi bangga deh, pernah belajar di Jurusan itu. Robin Dunbar menyatakan kalau lapisan emosional  paling dekat, orang yang dianggap sangat berharga dan terhubung itu hanya berisi sekitar lima orang. Manusia memiliki hubungan yang erat dengan teman baik jumlahnya tidaklah banyak, hanya hitungan jari sebelah kanan.

best-friends

Kesimpulan Dunbar tersebut berdasarkan penelitiannya pada tahun 90-an. Sang antropolog mencoba menelaah hubungan antara ukuran otak dan hubungan sosial. Lalu, diketahui bahwa semakin besar otak binatang, maka dia akan hidup dalam kelompok yang lebih besar. Kenapa hanya 5 orang? kenapa tidak 6, 7, 8, 15, 45, 156, atau 1.354 orang, seperti nama teman yang tercatat di nomor hape.

Begini hasil penelitiannya, ukuran otak manusia hanya memiliki jumlah hubungan yang teratas dalam suatu kedekatan sosial, jumlahnya diperkirakan 150 orang. Dari 150 orang tersebut, diteliti lagi keeratan emosional dalam jaringan sosial tertentu, berdasarkan tingkat kedekatan terhadap orang lain. Manusia hanya merasa sangat dihargai dan merasa memiliki keterikatan emosional hanya pada 5 orang saja.

Setelah 5 orang itu, ada lapisan kedua berdasar tingkat kedekatanya yaitu 10 orang. Kemudian, lapisan ketiga terdapat 35 orang. Hingga kita merasa begitu banyak teman, lapisan terakhir manusia terhubung dengan 100 orang. Jika dijumlahkan ada total 150 orang yang kita kenal dan saling terhubung. Namun, hanya 5 orang yang bisa disebut sahabat.

Jadi, pantes saja kalau sedang lagi bersusah hati, hilang kendali, hingga tak punya uang kok rasanya hanya sedikit sekali orang yang sangat bisa untuk membantu kita. Mereka adalah sahabat yang menurut Dunbar tak lebih dari 5 orang. Mereka yang bisa menjadi tempat berbagi suka dan duka. Mereka yang selalu tertawa apapun yang terjadi dalam hidup kita. Apakah kau yang membaca tulisan ini mau menjadi sahabatkuh? Pinjamin akuh uang yah….

Sumber:

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/manusia-hanya-bisa-miliki-5-teman-dekat-dalam-satu-waktu