Yakinlah, Merokok Bisa Membunuh Anakmu

Bermain sama Anak
Sejak anak semata wayang saya lahir, saya betul-betul memutuskan untuk tak sekali pun merokok di dekatnya. Akibatnya, saya sama sekali tidak merokok ketika berada di lingkungan rumah, termasuk di rumah tetangga. Alhasil secara perlahan tetapi pasti saya berhasil mengurangi secara signifikan kegiatan buang asap dari mulut dan mengurangi pengeluaran saya. Lumayanlah enggak jajan dua bungkus rokok per hari lagi. Alasan saya tidak merokok di dekat anak saya sederhana saja, saya tidak mau si kecil nan ganteng dijangkiti penyakit akibat asap rokok. Tetapi kalau boleh jujur, penyakit yang ditimbulkan dari asap rokok tidaklah sederhana. Gila benar kan, sudah menghabiskan uang buat rokok, anak bisa mati konyol karena ulah kita sendiri. Ya, jangan merokok di dekat anak anda. Mau mencari dampak dari asap rokok? Banyak kok di internet, googling aja sendiri.
Nah suatu hari. saya haru biru membaca berita di kompas.com tentang seorang ibu dua anak bernama Elysabeth Ongkojoyo mengajukan petisi di change.org kepada Lippo Mall Pluit, JCo Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Petisinya berjudul “Saya dan Bayi Saya Terusir oleh Oknum yang Mau Merokok di Dalam Mall“. Dalam hati saya berkata, ibu melakukan hal yang benar untuk melindungi anak-anaknya. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika ada orang  merokok di dekat anak saya. Buktinya, mertua saya berhasil saya suruh merokok di halaman rumah miliknya sendiri. Mertua saya tak pernah lagi berani merokok di dalam rumah. Sekaligus saya suruh mandi kalau mau cubit, sentuh, atau gendong anak saya.
Permasalahannya, perokok tak peduli atau mendadak tak sadar akan dampak yang ditimbulkan dari asap rokok yang menyebar ke mana-mana. Namanya asap rokok tentu saja melayang-layang seenaknya ke seluruh sudut ruangan. Seperti kata Bu Elysabeth, asapnya sih perlahan hilang, tetapi zat yang disemburkan dari mulut itu loh. Kabarnya zatnya begitu buruk bagi kesehatan, jumlahnya tak sedikit, dan ingat itu asapnya menyatu dengan bau mulut si perokok. Bau mulut plus asap rokok itu dibagi ke seluruh pengunjung tempat makan. Siapa yang mau menerima dan mengisap bau mulut plus-plus itu.
asap-rokok-sangat-berbahaya-bagi-anak-anak
Ehm, sebelum menyudahi tulisan ini, apakah anda sudah mencari dampak merokok bagi anak-anak. Baiklah saya tuliskan sedikit dari link ini, silahkan dibuka sendiri.
Asap rokok sangat berbahaya bagi anak-anak. Masalah yang mungkin bisa dialami anak-anak yang terpapar asap rokok antara lain:
  1. Sindrom kematian bayi secara tiba-tiba (sudden infant death syndrome/SIDS). Asap rokok meningkatkan resiko terjadinya SIDS, tak peduli apakah terpapar saat kehamilan atau ketika dilahirkan.
  2. Anak-anak yang hidup bersama peroko besar kemungkinan mengalami infeksi telinga dalam (otitis media) dan infeksi saluran napas bagian bawah.

Sungguh berbahaya bukan, mau baca bahaya lainnya silahkan buka di link ini . Jika anda perokok yang budiman seperti saya dahulu kala, bebas aktif merokok dimana saja termasuk di dekat anak anda. Hentikan sekarang juga, atau menyesal kemudian. Kalau anak-anak di sekitar perokok tampak sehat-sehat saja, bersyukurlah dia memiliki daya tahan tubuh yang baik. Meskipun dia bertahan hidup di dekat perokok yang tak perhatian akan kesehatannya. Sebagai penutup tulisan ini, semoga Petisi Ibu Elysabeth Ongkojoyo didengar oleh pihak terkait, terutama oleh Gubernur Jakarta sebagai pihak yang berperan dalam membuat dan menjalankan kebijakan di Kota Jakarta.

Merokok Bisa Membunuh Anakmu

Bermain sama Anak
Sejak anak semata wayang saya lahir, saya betul-betul memutuskan untuk tak sekali pun merokok di dekatnya. Akibatnya, saya sama sekali tidak merokok ketika berada di lingkungan rumah, termasuk di rumah tetangga. Alhasil secara perlahan tetapi pasti saya berhasil mengurangi secara signifikan kegiatan buang asap dari mulut dan mengurangi pengeluaran saya. Lumayanlah enggak jajan dua bungkus rokok per hari lagi. Alasan saya tidak merokok di dekat anak saya sederhana saja, saya tidak mau si kecil nan ganteng dijangkiti penyakit akibat asap rokok. Tetapi kalau boleh jujur, penyakit yang ditimbulkan dari asap rokok tidaklah sederhana. Gila benar kan, sudah menghabiskan uang buat rokok, anak bisa mati konyol karena ulah kita sendiri. Ya, jangan merokok di dekat anak anda. Mau mencari dampak dari asap rokok? Banyak kok di internet, googling aja sendiri.
Nah suatu hari. saya haru biru membaca berita di kompas.com tentang seorang ibu dua anak bernama Elysabeth Ongkojoyo mengajukan petisi di change.org kepada Lippo Mall Pluit, JCo Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Petisinya berjudul “Saya dan Bayi Saya Terusir oleh Oknum yang Mau Merokok di Dalam Mall“. Dalam hati saya berkata, ibu melakukan hal yang benar untuk melindungi anak-anaknya. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika ada orang  merokok di dekat anak saya. Buktinya, mertua saya berhasil saya suruh merokok di halaman rumah miliknya sendiri. Mertua saya tak pernah lagi berani merokok di dalam rumah. Sekaligus saya suruh mandi kalau mau cubit, sentuh, atau gendong anak saya.
Permasalahannya, perokok tak peduli atau mendadak tak sadar akan dampak yang ditimbulkan dari asap rokok yang menyebar ke mana-mana. Namanya asap rokok tentu saja melayang-layang seenaknya ke seluruh sudut ruangan. Seperti kata Bu Elysabeth, asapnya sih perlahan hilang, tetapi zat yang disemburkan dari mulut itu loh. Kabarnya zatnya begitu buruk bagi kesehatan, jumlahnya tak sedikit, dan ingat itu asapnya menyatu dengan bau mulut si perokok. Bau mulut plus asap rokok itu dibagi ke seluruh pengunjung tempat makan. Siapa yang mau menerima dan mengisap bau mulut plus-plus itu.
asap-rokok-sangat-berbahaya-bagi-anak-anak
Ehm, sebelum menyudahi tulisan ini, apakah anda sudah mencari dampak merokok bagi anak-anak. Baiklah saya tuliskan sedikit dari link ini, silahkan dibuka sendiri.
Asap rokok sangat berbahaya bagi anak-anak. Masalah yang mungkin bisa dialami anak-anak yang terpapar asap rokok antara lain:
  1. Sindrom kematian bayi secara tiba-tiba (sudden infant death syndrome/SIDS). Asap rokok meningkatkan resiko terjadinya SIDS, tak peduli apakah terpapar saat kehamilan atau ketika dilahirkan.
  2. Anak-anak yang hidup bersama peroko besar kemungkinan mengalami infeksi telinga dalam (otitis media) dan infeksi saluran napas bagian bawah.

Sungguh berbahaya bukan, mau baca bahaya lainnya silahkan buka di link ini . Jika anda perokok yang budiman seperti saya dahulu kala, bebas aktif merokok dimana saja termasuk di dekat anak anda. Hentikan sekarang juga, atau menyesal kemudian. Kalau anak-anak di sekitar perokok tampak sehat-sehat saja, bersyukurlah dia memiliki daya tahan tubuh yang baik. Meskipun dia bertahan hidup di dekat perokok yang tak perhatian akan kesehatannya. Sebagai penutup tulisan ini, semoga Petisi Ibu Elysabeth Ongkojoyo didengar oleh pihak terkait, terutama oleh Gubernur Jakarta sebagai pihak yang berperan dalam membuat dan menjalankan kebijakan di Kota Jakarta.