Cerita Arden

Beli Jus Mangga Atuh

Jus mangga adalah salah satu jajanan yang ditemukan Arden di warung bu Eem. Kalau ada temannya yang beli, dia segera pulang minta beli jus mangga juga. Kalau sudah minta uang begini ya terpaksa harus dikasih. JIka melihat temannya minum jus mangga, dia bisa-bisa minta. Jadilah Ayah menjadi sasaran dimintai uang. Obrolan Ayah dan Arden Arden… Read More Beli Jus Mangga Atuh

Cerita Arden

Penumpang Cape, Perjalanan dari Bogor yang Bikin Lelah

Perjalanan yang bikin Cape. Setelah berkunjung ke RS menjenguk uwa yang juga Harahap seperti ayah. Kami jalan-jalan ke mall di bogor dan pulang naik angkot colt-elf angkutan umum yang kata orang kayak jet daratnya sukabumi… Arden pun bertanya-tanya ketika supir lama ngetem. Emang kebiasaan angkutan umum ini lama banget ngetemnya. Penumpang pasti tidak sabar menunggu.… Read More Penumpang Cape, Perjalanan dari Bogor yang Bikin Lelah

Cerita Ayah

Menarilah Nak

  Sore hari, selasa (28/03) selagi penyembuhan dari sakit, Arden dipanggil oleh Ibu gurunya. Rupanya ada latihan menari. Kukira Arden akan menolak diajak menari. Tetapi taraaaa “temani ade yuk yah.” Jadilah sore itu mengikuti ajakan ibu guru berlatih tari di halaman PAUD Al-Metallica. Aku tidak tahu itu musik apa yang menjadi latar latihan tari, karena… Read More Menarilah Nak

Uncategorized

Pertanyaan Mengejutkan dari Anak Berumur 4 Tahun 10 Bulan

  Suatu kali Arden pernah menangis terseduh-seduh ketika burung yang baru dibelinya telah mati dan dikerubungi semut. “Burungmu telah mati, dia harus dikuburkan,” Arden sedih bukan kepalang saat itu sampai berurai air mata. “Ayah kenapa burung yang mati harus dikubur?” Gleghh seperti mau menelan ludah, pertanyaan ini membuatku berpikir sebentar. “Ehm kenapa ya?” Wahai kamu… Read More Pertanyaan Mengejutkan dari Anak Berumur 4 Tahun 10 Bulan

Cerita Ayah

Namaku Arden

“Namanya siapa?” Lalu, ia selalu melihat muka ayah atau ibunya. “Nama aku Arden,” jawabnya singkat. Arden selalu tampak ragu kalau ditanya soal namanya, ia jarang melapal namanya sendiri. Ia lebih sering menyebut dirinya Ade dan sebagian kerabat memang dengan sebutan Ade pula. Setelah masuk PAUD, aku dan ibunya mulai mengajarkannya menyebut namanya. Nama depannya saja,… Read More Namaku Arden

Cerita Arden

Arden, Aku Minta Maaf. Maaf-Memaafkan itu Gampang.

Yeye, teman Arden yang paling sering ke rumah datang, berkelahi dan mita maaf. Bukannya memberi salam. Dia malah bilang, “aku mau minta maaf.” Aku tercengang. Diam seperti waktu berhenti ketika mereka saling bersalaman. Arden gayanya sudah kayak orang gede. “Iya, aku maafin,” katanya menutup adegan meminta maaf dan dimaafkan tersebut. Muka Yeye yang kata Arden… Read More Arden, Aku Minta Maaf. Maaf-Memaafkan itu Gampang.

Cerita Ayah

Arden, Hormatilah Abah Tukang Sampah Seperti Menghormati Orang Tuamu

Arden selalu teriak, “Ayah, Abah dataaaanggg.” Ini sebuah pertanda, kalau Abah tukang sampah datang. Abah yang giginya sudah tidak ada lagi. Sungguh, kalau dia tertawa. Mulutnya kosong melompong hanya tersisa lidah tua. Setua umurnya. Arden sering menjadi orang pertama yang mengetahui Abah datang. Abah pun akan bersaut-sautan bercanda dengan Arden. “Hahaha, abah itu calanana soek,”… Read More Arden, Hormatilah Abah Tukang Sampah Seperti Menghormati Orang Tuamu