Cerita Ayah

Arden, Menangislah Karena Kamu Manusia

Arden menangislah. Hatinya ternyata tak terbuat dari baja, sekali merasa ada temannya yang “jahat”, dia akan pulang sesegukan. Si Jack (bukan nama sebenarnya) galak yah. Pertanyaan belum dimulai, ia sudah menjelaskan. Suatu hari hari, ia pernah pulang dari sekolahnya belum tepat waktu. Jam masih menunjukkan pukul 09.00, pintu diketuk dan tak lupa mengucapkan salam sembari… Read More Arden, Menangislah Karena Kamu Manusia

Cerita Arden

Masjid Pinky : Laporan Lomba Mewarnai

Akhirnya, Arden mengikuti lomba mewarnai pertamanya dari sekolah PAUD-nya. Semenjak ada lomba bersama anak PAUD lainnya, ayah dan ibu langsung semangat menanyakan Arden lomba apa yang ingin diikutinya. “Mewarnai bu,” kami setuju, karena memang itu yang dia ikuti saat ini. Mau disaranin lomba momodelan belum pernah jalan dipanggung memeragakan busana. Kalau foto model doang sih… Read More Masjid Pinky : Laporan Lomba Mewarnai

Cerita Arden

Beli Jus Mangga Atuh

Jus mangga adalah salah satu jajanan yang ditemukan Arden di warung bu Eem. Kalau ada temannya yang beli, dia segera pulang minta beli jus mangga juga. Kalau sudah minta uang begini ya terpaksa harus dikasih. JIka melihat temannya minum jus mangga, dia bisa-bisa minta. Jadilah Ayah menjadi sasaran dimintai uang. Obrolan Ayah dan Arden Arden… Read More Beli Jus Mangga Atuh

Cerita Arden

Penumpang Cape, Perjalanan dari Bogor yang Bikin Lelah

Perjalanan yang bikin Cape. Setelah berkunjung ke RS menjenguk uwa yang juga Harahap seperti ayah. Kami jalan-jalan ke mall di bogor dan pulang naik angkot colt-elf angkutan umum yang kata orang kayak jet daratnya sukabumi… Arden pun bertanya-tanya ketika supir lama ngetem. Emang kebiasaan angkutan umum ini lama banget ngetemnya. Penumpang pasti tidak sabar menunggu.… Read More Penumpang Cape, Perjalanan dari Bogor yang Bikin Lelah

Cerita Ayah

Menarilah Nak

  Sore hari, selasa (28/03) selagi penyembuhan dari sakit, Arden dipanggil oleh Ibu gurunya. Rupanya ada latihan menari. Kukira Arden akan menolak diajak menari. Tetapi taraaaa “temani ade yuk yah.” Jadilah sore itu mengikuti ajakan ibu guru berlatih tari di halaman PAUD Al-Metallica. Aku tidak tahu itu musik apa yang menjadi latar latihan tari, karena… Read More Menarilah Nak

Cerita Ayah

Namaku Arden

“Namanya siapa?” Lalu, ia selalu melihat muka ayah atau ibunya. “Nama aku Arden,” jawabnya singkat. Arden selalu tampak ragu kalau ditanya soal namanya, ia jarang melapal namanya sendiri. Ia lebih sering menyebut dirinya Ade dan sebagian kerabat memang dengan sebutan Ade pula. Setelah masuk PAUD, aku dan ibunya mulai mengajarkannya menyebut namanya. Nama depannya saja,… Read More Namaku Arden

Cerita Arden

Kalau Cita-Cita Menjadi Supir Kereta Api Boleh Gak? Jadi Model Ya Ya Ya…

Soal Cita-cita, dari kecil aku sudah mulai mengenailkan pada Arden. Seringlah awak tanya, mau jadi apa Arden? Jadi model ya? Sayang disayang oi-oi… Dia tak mau jadi model, dia mau menjadi supir kereta, alias masinis. Sudah jelaslah ini, dia mau menjadi supir kereta, gara-gara sering naik kereta dan melihat masinis yang katanya supir kereta itu… Read More Kalau Cita-Cita Menjadi Supir Kereta Api Boleh Gak? Jadi Model Ya Ya Ya…