Cerita Arden

Tertawalah Bersama Anakmu, Ayah

Aku sering membagi percakapanku dengan Arden di Facebook. Aku pikir tidak ada salahnya toh berbagi kebahagiaan. Arden yang semakin  pinter ngomong, memang sering membuatku tertawa dan tak jarang bikin kesel. Ada aja ocehannya yang ia kira penting, ada saja alasannya biar dikasih uang, dan ada saja pembelaan biar enggak disuruh-suruh. Seperti pembicaraan terakhir waktu aku… Read More Tertawalah Bersama Anakmu, Ayah

Cerita Ayah

Menarilah Nak

  Sore hari, selasa (28/03) selagi penyembuhan dari sakit, Arden dipanggil oleh Ibu gurunya. Rupanya ada latihan menari. Kukira Arden akan menolak diajak menari. Tetapi taraaaa “temani ade yuk yah.” Jadilah sore itu mengikuti ajakan ibu guru berlatih tari di halaman PAUD Al-Metallica. Aku tidak tahu itu musik apa yang menjadi latar latihan tari, karena… Read More Menarilah Nak

Cerita Ayah

Namaku Arden

“Namanya siapa?” Lalu, ia selalu melihat muka ayah atau ibunya. “Nama aku Arden,” jawabnya singkat. Arden selalu tampak ragu kalau ditanya soal namanya, ia jarang melapal namanya sendiri. Ia lebih sering menyebut dirinya Ade dan sebagian kerabat memang dengan sebutan Ade pula. Setelah masuk PAUD, aku dan ibunya mulai mengajarkannya menyebut namanya. Nama depannya saja,… Read More Namaku Arden

Cerita Ayah

Upacara Bendera Yang Kukenang

Bagaimana pun upacara adalah bagian ingatan yang layak dikenang. Kalau bagimu tidak ya sudah, pasti kamu sering bolos ya, ngumpet di kantin, pura-pura sakit atau sengaja datang telat. Bagiku upacara itu peristiwa penuh kenangan. Apakah semanis kenangan ketika mengucapkan kuterima nikahnya anak mertua? Justru lebih manis, karena tidak harus mikirin beli popok dan susu si… Read More Upacara Bendera Yang Kukenang