Senangnya Anak Membeli Jajanan di Pasar

Pagi-pagi, suara ibu terdengar sayu sekali,”Yah, kita pergi ke pasar ya.” Aku tak sempat membalas masih merasa dalam mimpi. Rupanya benar, ibu dan Arden pergi ke pasar hari minggu pas perayaan hari kesaktian pancasila yang lalu. Arden pasti senang ikut ke pasar, karena keinginannya untuk jajan akan terpenuhi. Benar saja, Arden ternyata sukses membuat ibu masuk warung grosiran di pasar membeli jajan rencengan seperti ini. Ini pasti bikin kesel ibunya.

Read more

Tiga Pertimbangan Ibu Agar Memasak Tetap Sehat di Dapur Rumah

Ibu Arden gemar sekali memasak dan merupakan kenyataan hidup yang berlaku setiap hari. Saat Ayah dan Arden masih menutup mata dan belum juga mengakhiri mimpi, ibu sudah mulai memasak dan menyiapkan hidangan makanan di dapur. Dari kegiatan tersebut, secara perlahan berbagai aneka masakan menjadi pengganggu tidur. Aroma makanan menusuk masuk rongga hidung ayah dan anak. Kalau sudah begini, ya pada bangun dong. Enggak tahan sama bau makanannya.

Nah, karena begitu senangnya memasak, dapur bisa dibilang menjadi bagian ruang penting bagi ibu. Seolah dapur adalah wilayah kerajaannya tak boleh ada raja lain di sana. Bagi ibu si raja dapur, kebersihan dan kenyamannya menjadi perhatian penting yang harus dijaga. Siapa yang berani menganggu kegiatan ibu dan bikin kotor peralatan memasaknya bisa kena omelan dan disuruh pergi jauh-jauh. Kalau sudah begini Arden pasti protes, “Atuh ibu, masak mah Ade juga bisa.”

Read more

Ganteng Harus Maksimal, Nak

Aku ingin anakku menjadi model. Tetapi sayangnya dia masih ingin menjadi masinis. Arden belum mengubah pendiriannya soal cita-cita. Ya tau deh yang sering bolak balik naik kereta Cianjur-Sukabumi. Kalau ngomongin masinis kayak yang udah ngerti banget. “Tahu enggak ya, masinis pinter markirin kereta,” katanya suatu kali. Ya iyalah, udah ada jalur keretanya.

 

 

Meski Arden enggak mau menjadi model, tetapi padu padan pakaian adalah hobi ayah ibu biar wahai Arden tetap ganteng maksimal. Seganteng aku, ayahmu. Kau harus ganteng dari kecil. Agar kau punya selera berpakaian yang bagus hingga besar. Kalau perlu, kau kenakan saja itu baju baru setiap hari.  Biar kegantengan menyatu dalam dirimu.

Baca juga : Enggak Mau Jadi Model

Sabtu siang, mumpung semuanya libur. Arden libur sekolah. Ibu tidak ada kegiatan pendampingan. Ayah yang memang belum ada jadwal kerjaan baru. Semua dengan satu pendapat berniat pergi ke kota, pergi ke mall untuk membeli pakaian baru. Sejujurnya, ibu dan ayah paling senang bagian membeli pakaian, heboh berdua memilih pakaian untuk Arden. Arden tentu ikut memilih pakaiannya sendiri dan olalala, ada kaos syantik dengan desain Papa Smurf yang gambarnya oke punya. “Bagus ya yah,” kata istriku. Sedangkan Arden, dia udah enggak sabar, enggak sabar ke arena permainan. Ayah dan ibu tentu saja sibuk membayangkan anak semata wayang bakal ganteng banget mengenakan kaos Papa Smurf.

Read more

Anak Korban Kekerasan, Laporkan ke KPAI

Baru kemarin, seorang teman dari sabumi volunteer menanyakan bagaimana cara pengaduan kasus anak yang ditelantarkan orang tua ke KPAI. Kabar kondisi anaknya ada di link berikut ini Ahmad Sofyan Korban Penelantaran Anak (sabumiku.com). Saya tentu saja bingung, bagaimana ya caranya mengadu ke KPAI? Sedangkan apa itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), saya tidak tahu. Yang jelas sering banget mendengar tentang KPAI dari berbagai media ketika ada kasus terkait dengan kekerasan anak.

Read more

Kalau Aku Mau Menjadi Penari, boleh enggak?

Tentang cita-cita, Arden sudah biasa diajak ngobrol mau menjadi apa dia besar nanti. Ayah dan ibu sudah pernah bercerita tentang begitu banyaknya pekerjaan di dunia ini. Arden mulai mengerti beberapa pekerjaan, apalagi dia pernah melihatnya, seperti sopir kereta (masinis), ibu guru, penari, dan model.

Ayah : Sebenarnya kamu mau jadi apa sih, Ade?
Arden : Mau jadi sopir kereta.
Ayah : Kalau cita-cita yang lain? Jadi model gitu, biar foto-foto bagus?
Arden : Ayah mah, kan foto juga tiap hari foto-foto. Kalau jadi tukang nari (maksudnya:penari) gimana?
Ayah : Itu bagus juga. Pas samen (perpisahan sekolah), kamu bisa menari.
Arden: Tapi kayak cewek ya yah, nari-nari gitu…
Ayah : Ihhhh kata siapa. Banyak penari cowok. Besok deh lihat di Youtube.
Arden : Kirain teh cewek doang boleh jadi tukang nari. Jadi boleh ya yah?
Ayah : Boleh dong den. Nanti kalau sudah besar, Ade tahu kok mau jadi apa. Boleh mau jadi apa saja. Mau jadi pelukis, penulis, model, antropolog, penari, sopir kereta, apa aja boleh. Asal kamu senang.
Arden : Atuh ayah jangan banyak-banyak. Nanti Ade cape.

Beberapa kali ngobrol tentang cita-cita dengan Arden. Katanya, dia mau jadi sopir kereta (masinis). Enggak mau jadi model. Tetapi, dia tampaknya juga mau menjadi tukang nari (penari). Dia suka sekali kalau ada kegiatan menari di sekolahnya. Arden boleh mau jadi apa saja. Laki-laki dan perempuan berhak memilih cita-cita yang sama. Kalau pun dia mau menjadi penari, ya sah sah saja. Itu pilihannya sendiri.

Baca juga : Anak yang Lahir dari Perbedaan

Ada baiknya mengenalkan cita-cita dari kecil, agar mimpi anak terbangun sejak kecil. Anak bisa menjadi apa saja nanti, seperti apa yang dialami orang tuanya. Ada anak yang ingin menjadi antropolog, model, masinis, atau cita-cita lainnya. Dukungan orang tua sebagai modal kepecayaan diri anak, bahwa semua impian bisa diraih.

Cita-cita apapun dari anak, jangan pernah menyanggahnya menjadi hal yang mustahil. Apapun bisa terjadi dan pasti ada jalan untuk menggapainya. Terus , memberikan dukungan untuk anak-anak agar bisa terus berkembang. Ketahuilah wahai ayah dan bunda, anda, adalah kekuatan mereka.

#mygenerationfilm #filmmygeneration

Enam Macam yang Kau Perlu Tahu Kalau ke Kota Medan

Apa kau sudah pernah ke Kota Medan. Apa pula bayanganmu tentang Kota itu. Jangan-jangan kau kiranya Medan itu isinya Cuma orang batak saja. Biar kau tahu ya, Kota Medan itu menjadi Kota ke tiga paling besar di Indonesia setelah Surabaya. Jadi pengen tahu aku kayak mana besarnya kota Surabaya itu. Kota Medan dikenal pula menjadi tempat asal muasal kerajaan Deli. Tetapi, bukan Cuma itu sajanya yang harus kau tahu soal kota Medan. Mari Simak penjelasan di bawah ini.

Read more

Tertawa Melihat Arden Berpakaian Berbunga

Disadari atau tidak, orang tua mengenalkan pembeda kepada anak sejak dia mulai dilahirkan, contohnya saja tentang cara berpakaian. Lama-kelamaan anak pun mencoba untu mengerti kalau pakaian antara laki-laki dan perempuan tidak boleh sama. Perempuan harus berpakaian dengan pola dan corak pakaian perempuan. Misalnya, laki-laki tidak boleh memakai celana dengan corak bunga. Itu perempuan, anak lelaki itu bisa saja disebut seperti banci oleh teman-temannya dan mungkin para tetangga.

Suatu hari, Arden memakai celana berbunga-bunga. Celana itu bagus sekali dan sangat pas untuk dipakai Arden. Lantas temannya melihatnya, anak itu seumuran Arden. Teman Arden terbahak-bahak menunjuk celana Arden, sedangkan Arden bingung merasa tidak ada yang salah dengan pakaiannya.

Read more

Arden Membeli Permen Narkoba

Saat matahari sedang sedih-sedihnya, Arden pulang membawa jajanan. rupanya uang Rp2.000 telah berganti permen. Arden sendiri kayaknya belum ngerti mana permen apa yang dibelinya. Yang penting manis dan nyam-nyam dimulut ya syudah. Perkara dimulai kalau Arden ketahuan makan permen murahan yang menurut ibunya enggak boleh dimakan. Hal yang aneh hari ini waktu membawa permen pulang, dia malah ngomongin permen narkoba.

Arden : Ayahhh ade beli permeeennn
Ayah : beli permen apa?
Arden : Permen ini yah (bisik-bisik jangan ketahuan ibu)
Ayah : Permen apa itu Arden…
Ibu : Beli permen murahan kamu yaaa
Arden : Enggak ibu… ( Permen disumputin ke belakang)
Arden : Enggak ibu enggak permen narkoba…
Ayah : ( Mau ketawa) kamu beli permen narkoba dimana?
Arden : Bukan ayah bukan permen narkoba
Ibu : Coba ibu lihat…
Arden : Harganya seribuan bu. Bukan narkoba…
Ayah : Emang permen narkoba yang gimana…
Arden : Permen yang murah tea atuh ayah, serebu ge dapat sapuluh.
Ayah : Hiii… itu sih permen murahan, bukan narkoba
Arden : Tuh kan ibu, bukan permen narkoba…
Ibu : Jangan beli permen kayak gini lagi… enggak sehat.
Arden : Iya, Ade tahu permen narkoba ga sehat.

Ke Makassar, Jangan Lupa Datang Ke Benteng Fort Rotterdam

Bulan Juli lalu, kesempatan emas datang, aku berkunjung ke Makassar lagi. Kalau biasanya, jalan-jalannya kuliner dan nongkrong di pinggir Losari, Kali ini seorang teman merekomendasikan melihat Benteng Fort Rotterdam, “Masa ke Makassar enggak pernah ke sana.” Karena enggak pernah ngeh apa istimewanya benteng ini, jadilah cari-cari informasi di internet bagaimana biar bisa sampai ke sana. Cek demi cek, lokasinya  Jalan Ujung Pandang No.02, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jaraknya ternyata 19,2 km dari bandara, atau memakan waktu 25 menit menuju ke sana.

Read more

TERI KECE : Tidak Dijual pun, Ada Saja yang Memesan

 
“Teri ada yang pesan yah,” pesan whatsApp Fey dari tempat kerjaannya. “Pesan tiga toples yah,” kiriman whatsApp berikutnya. “Ya sudah bikin saja.” Sudah dari tahun 2016 kami membuat teri ini, kami bikin labelnya Teri Kece. Jualnya ya semaunya, kadang ada yang pesan kadang tidak. Pernah mengecewakan orang, sering pula banyak yang pesan lagi.
 
Belakangan, ketika suami-istri memiliki pekerjaan sendiri, jualan teri terlupakan. Teri Kece menjadi tak kece lagi. Wong duit di ATM aja enggak habis-habis kok. Jualan menjadi dilupakan. Kerjaan sudah menghabiskan waktu Fey sebagai peramu sambel. Akibatnya promo pun jarang dilakukan.
 
Tetapi ya gitu. Ada saja yang memesan Teri Kece. Mereka mungkin lihat jejak digital di internet. Lalu datanglah bunyi hape “Pesan ya mba 3 toples,” seperti pesan hari jumat kemarin. Teri oh teri, mau dilupakan tetapi ada saja yang mengingat kamu. Tidak niat dijual pun, ada saja yang memesan kamu.
 
Dari pada mengecewakan niatan sang pembeli, kami mengamini pesanan teri itu, untungnya lumayan, meski tidak terlampu banyak. Tetapi menjual masakan itu, soal rasa. Soal bagaimana orang ingin menikmati apa yang kita buat. Tak ingin melukai perasaan orang lain, jadilah teri itu kami buat dan akan di kirimkan senin nanti ke Jakarta Utara.
 
Harganya, sering kali pembeli tak memikirkan soal harga. Kami patok dengan harga Rp55.000 pun tak menolak. Bahkan itu belum ongkir loh. Cara memesannya ya gampag kontak saja nomor Fey: 085797432260. Yakinlah pesan anda akan dibalas. Kalau pesan ke saya, kadang saya cuekin, soalnya lagi sibuk facebookan sih. 🙂