Tertawalah Bersama Anakmu, Ayah

Aku sering membagi percakapanku dengan Arden di Facebook. Aku pikir tidak ada salahnya toh berbagi kebahagiaan. Arden yang semakin  pinter ngomong, memang sering membuatku tertawa dan tak jarang bikin kesel. Ada aja ocehannya yang ia kira penting, ada saja alasannya biar dikasih uang, dan ada saja pembelaan biar enggak disuruh-suruh. Seperti pembicaraan terakhir waktu aku minta tolong, dan dijawab Arden, “Minta tolong sama polisi saja.”
Ayah : Ardeennn, Ayah boleh minta tolong ga?
Arden : (sedang asik bermain pura-pura enggak dengar)…
Ayah : Ardennnn minta tolong donggg….
Arden : Ayah kalo minta tolong sama polisi. Bukan sama Adeee….
Ayah : Bisa enggak?
Arden : Ade bukan polisi yah…

Suatu kali, aku pikir Arden bilang pengen ke rumah opungnya di Medan. Tetapi padahal mah ia pengen beli durian. Anak kecil mulai pinter mencari celah dengan ngomong yang topik lain dulu, baru setelah itu beralih ke inti omongan yang dia inginkan. Beli duren.
Arden : Yah aku merasa pengen ke rumah opung
Ayah : Merasa? Iya Ayah juga merasa gitu
Arden : Yuk yah, kita ke rumah opung, sedaaappp ada durian
Ayah : Sedappp gratissss….
Arden : ayo atuh yah?
Ayah : Aku merasa enggak punya uang den buat ke rumah opung.
Arden : Yahhh, ayah mah perasaannya enggak punya uang teruusss…

Wahai Ayah, aku pikir sering-seringlah bicara dengan anak, agar kemampuan bicara semakin baik dan seiring bertambah umur. Anak yang pinter bicara dari kecil membuatnya mampu mencerna maksud pembicaraan orang tua. Kalau Arden diumurnya menjelang ke-5, ia sudah gampang disuruh, dimintai pendapat, sampai disuruh belanja ke warung pun sudah bisa. Itu semua karena kemampuan bicara dan respon yang baik terhadap lawan bicaranya.

Anak yang lancar berbicara juga akan pinter mengungkapkan perasaannya, seperti ketika sedang diejek teman-temannya. Arden tahu betul rasanya dicela begitu. “Kevin bilang Ade, malas sekolah,” suatu waktu katanya yang membuatnya enggan ke sekolah. Padahal, Arden enggak sekolah karena aku si ayah sedang berkerja ke luar kota dan ibunya juga harus ke kantor setiap hari. Jadilah ia tidak ada yang menjaga dan diungsikan sebulan di Cianjur. Bersama nenek dan kakeknya.

Ketahuilah wahai ayah, dekat sama anak itu membuat diri kita sangat mengetahui perangai si anak, bagaimana dia sedang senang dan waktunya sedih. Ungkapan rasa seorang anak sih biasanya juga bisa bikin kita tertawa. Pembicaraanku dan Arden adalah wujud tawa itu sendiri. Aku sangat senang membagikan obrolannya di akun facebook, karena dunia seolah penuh tawa dan yang paling penting sih bisa bahagia bersama si anak. Si anak loh ya, kalau dia udah gede kan enggak tahu. Arden bakal selucu ini atau malah lebih banyak waktu di luar bersama teman-temannya. Jadi waktu sekarang adalah waktu terbaik, karena dapat berbagi cerita bersamanya.Mari tertawa bersama anakmu wahai ayah.

spacer

4 comments on “Tertawalah Bersama Anakmu, Ayah

  1. Rizka

    Ini si ayah bisa aja bikin emak yang baca terharu.. Sesederhana apapun, kisah bersama keakraban sang ayah adalah hal yang paling istimewa. Arden lucuuuu..

    1. phadliharahap

      aku juga lucu loh teh. hehehe

    1. phadliharahap

      Karena saat ini ayah yang di rumah, jadi lebih banyak ngobrol sama ayah

Leave a reply