Aku Malu Kalau Pergi Sekolah Lagi

Bermain bersama teman

 

Sejak hari senin, (27/02/2017), Arden mau sekolah lagi. Akhirnya setelah dengan berbagai cara dia mau sekolah lagi. Sekolah Arden adalah sekolah PAUD. Bukan SD, umurnya juga baru 4,5 tahun. Sejak Januari selepas kepulangan dari Medan bertemu Opung, Arden memutuskan tidak mau sekolah dulu dengan berbagai alasan, dari yang masih cape dari Medan, sakitlah, belum mau sekolahlah, sampai akhirnya diketahui kalau dia malu. “Aku malu sama teman teman, yah,” katanya setelah dikorek-korek sampai ngomong malu apa yang ia maksudkan.

Aku mau tertawa mendengarnya. Malu! Anak kecil sudah mengerti malu? Selidik punya selidik rupanya dia malu sama teman-temannya yang lain karena sudah tidak sekolah lebih dari seminggu. Apalagi sebelumnya pernah tidak sekolah sebulan lebih ketika aku sang ayah pergi ke NTT dalam rangka kerja. Jadilah dia bisa dibilang dua kali membolos sekolah dalam waktu yang lama.

Aku pikir harus tahu apa maksud dari malu itu. Rupanya eh rupanya, dia malu dikata-katain sama beberapa temannya “Arden mah jarang sekolah.” Bagi Arden kalimat tersebut seperti ejekan. Seperti dibilang “malas” atau “enggak mau pergi sekolah”. Padahal kan padahal, kita berlibur ke rumah nenek. Aku sebagai ayah ya santai saja, “kan emang jarang sekolah, kita kan ke rumah opung ke Medan.” Arden biasanya diam seribu bahasa setelah dibilang begitu.

Rupanya eh rupanya, Arden pengen dibela sama orang tuanya. Sama aku dan ibunya. Ia ingin Ibunya menemani ke sekolah supaya teman-temannya tidak ngomongin mulu kalau Arden jarang ke sekolah. Ibunya sudah bilang akan menemaninya, tetapi ternyata Arden butuh waktunya yang lama, hingga mau sekolah lagi. sampe dua bulan kemudian loh baru mau sekolah.

Aku baru mengerti dampak omongan seorang anak terhadap anak lainnya begitu sangat berpengaruh, sehingga anak enggan ke sekolah karena berulang kali diomongin dengan kalimat yang sama, “Arden jarang mau pergi ke sekolah.” Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Arden kasus bully atau tidak, tetapi Arden sudah merasa malu karena omongan temannya tersebut sampai enggak mau sekolah selama dua bulan.

Apa yang Terjadi Pada Anakku?

Lalu isenglah aku cek tentang kasus Bully ini di internet dan terutama ke situs KPAI dong dan disalah satu isi situsnya Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Advianti menyatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak sudah terjadi sejak playgroup itu artinya setara sekolah PAUD dong. Anak-anak di playgroup sudah bisa menghasut teman lainnya saat dia menganggap tidak cocok.

Jadi, kekerasannya itu melalui verbal alias omongan anak-anak tersebut. Hal ini harus diperhatikan, karena anak-anak yang masih balita tidak bisa membela diri. Seperti kata Arden, “Aku malu.” Lalu kalau tidak dicek apa penyebab malu tersebut, sebagai orang tua mungkin tak pernah tahu perasaan si anak hingga malu yang tak berujung.

Maria menjelaskan bahawa anak tidak akan mengatakan sedang dibully, Jadi si anak memendam perasaan dari apa yang dilakukan oleh temannya. Kalau kami selalu bertanya apa yang dilakukan di sekolah, meski ibunya juga pergi mengantar dan kadang ikutan sekolah juga. Kami mau Arden mengatakan banyak hal tentang apa yang dia alami dimana pun, termasuk di sekolah.

Tentang Kasus Bullying

Sebuah penelitian menyebutkan, anak-anak yang menjadi korban bullying tetap merasakan akibat kesehatan psikis dan mental dari pengalamannya lebih dari 40 tahun.Para peneliti dari King’s College London telah melakukan studi terhadap 7.771 anak-anak dari usia tujuh sampai 50 tahun. Orang yang memiliki risiko pernah dibully akan berisiko lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan. Lalu ada kemungkinan kualitas mengalami kualitas hidup yang lebih rendah pada usia 50 tahun. Nah ngeri ya akibat bully itu.

Ya, maka dari itu bagiku sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada Arden. Apalagi dia sampai tidak mau sekolah dalam waktu yang lama. Hingga, berbagai cara dilakukan agar dia mau pergi lagi ke sekolah, dari diajakin main, diberi jajan, diajak bicara, hingga menuruti keinginannya, yaitu ibu harus pergi ke sekolah juga. Ya jadi deh, ibunya harus turut ke sekolah dan menunggunya sampai selesai waktu bermain dan belajarnya.

 

 

 

4 thoughts on “Aku Malu Kalau Pergi Sekolah Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *