Cerita Ulfah

Mencari Sahabat Berbagi dan Enggak Bikin Ribet

Aku pikir mencari sahabat berbagi itu ribet. Bukan bikin tenang, malah nambah-nambah urusan aja. dari pada pusing ya menjadi teman biasa saja semua. Enggak usah tebang pilih.  Karena aku gak terlalu suka milih-milih teman. Yaudah, kuanggap semua temanku. Tapi lama-kelamaan, kok teman-temanku malah membuat kelompok-kelompok sendiri, misalnya berteman cuma bertiga, atau lebih. Aku gimana, kok masih sendiri saja ya enggak ada kelompok.

Nah, tiba-tiba aku seperti berada di 2 persimpangan, dan aku bingung memilih yang mana. Di satu sisi, aku ingin bersahabat. Tapi biasa-biasa saja, gak terlalu berlebihan. Di sisi lain aku ingin menolak, tapi.. rasanya tidak enak.

Akhirnya, terpaksa aku memilih bersahabat dengan dua temanku dan firasat burukku benar, tidak lama persahabatan itu bubar. Aku sih biasa saja, tapi dua hari kemudian aku mulai iri pada semua teman-temanku, karena mereka punya sahabat.

Sedangkan aku tidak. Aku iri melihat mereka tertawa saat jam istirahat. Sedangkan aku hanya duduk di pojokan sambil membaca buku.

Baca juga : Rajin Menulis Membuatku Dikenal Di Sekolah

Mencari Sahabat Berbagi

Karena bingung, aku mengingat sesuatu. Aku masih memiliki sahabat yang selalu mendengarkan ceritaku, kupikir orang yang dulu pernah menjadi sahabatku saat kelas 6, dialah orang yang paling dekat denganku. Tapi bukan dia. Aku masih memiliki seorang sahabat yang paling dekat denganku, dia orang yang kocak, gila, dan aku nyaman dekat dengannya.

Aku tak pernah kehabisan cerita jika bersamanya, dan aku tak pernah bosan mendengar ocehan gila bila bersamanya, walaupun aku bilang “aku malu kalo sama mu, diliatin orang terus.. ssttt diam!” tapi aku suka, dia berani, dan gak kenal tempat untuk menjerit, ceria, dan kami gak pernah bertengkar.

Dialah yang mendekatkanku kepada teman-teman lainnya agar aku berani, aku suka.. karena dia yang membuatku semakin percaya diri, ketika aku takut.

Mulai saat itu, aku, Nailah, Hira, dan Nasywa, adalah sahabat berbagi. Aku suka dengan ketiga sahabatku, berbeda dengan yang lainnya. Kami tidak pernah bertengkar, dan mereka kocak, aku gak pernah bosan. Kalau aku jatuh mereka selalu nolongin, tapi tunggu selesai ketawanya.

Baca juga : Sekolah Membosankan Buatmu, Tidak Bagiku

Aku suka, karena mereka sederhana tapi begitu berarti. Karena Nailah, aku jadi lebih dekat dengan Hira dan Nasywa. Aku jadi lebih tau kriteria mereka, karena persahabatan. Dan baru kusadar sahabat itu gak ribet, dan gak usah di paksain.

Aku bebas berteman dengan siapa saja, walaupun aku sudah punya sahabat, karena ada kepercayaan, dan tidak ada rahasia, tidak ada yang saling membenci. Sederhana saja.

 

3 thoughts on “Mencari Sahabat Berbagi dan Enggak Bikin Ribet

  1. Teman boleh banyak..tapi punya sahabat meskipun sedikit itu jauh lebih penting. Sahabat yang baik selalu mensupport hal baik buat kita dan apabila kita berbuat salah..fia ga menjauh..justru menunjukkan jalan yang benar 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *