Cerita Ulfah

Antara Pengalaman Menulis dan Squishy yang Mengalihkan Hobiku   

Satu hal yang tak akan aku lupakan adalah pengalaman menulis, kejadian saat aku sedang menulis sebuah cerita. Kadang membuatku putus asa tapi begitu banyak kebahagiaan yang kudapat setelah aku menulis. Rasa putus asa itu datang saat tiba-tiba tulisan yang sudah susah payah ku ketik 300 kata HILANG!

Aku tau sih itu karena kesalahanku juga, tapi kan.. kenapa padahal udah rapi-rapi.. udah niat sampai di hayati dan hilang begitu aja. Dan terjadilah trauma menulis :”) dan saat itu aku berhenti menulis 3 minggu lebih, karena capek.. dan merasa aku mau mencari permainan yang lebih menyenangkan dari pada menulis.

Baca juga : Hari Pertama di Sekolah Alam Indonesia Cuma Salat dan Berdoa

Ternyata Squishy Menghilangkan Pengalaman Menulis yang Pahit

Sekarang, aku menemukan permainan baru itu dan membuatku suka yaitu karena lucu, penghilang stress, dan membuat ku begitu tergila-gila. Sehingga, selalu mau membelinya tanpa berpikir panjang. Ya.. itu Squishy. Bahkan saat ke gramedia, aku hanya membeli buku komik. Meski, aku tertarik juga pada novel juga.

Tapi bagaimana mungkin jika di gramedia ada squishy dan aku langsung mengabaikan novel-novel banyak itu. Aku mulai berpikir sekarang, untuk apa aku membeli novel kalau ujung-ujung nya cuma di pajang di lemari dan belum tentu aku membacanya.

Sungguh aku, telah terobsesi dengan squishy. Itulah yang akan terjadi saat tulisanku terhapus. Tapi sebaliknya, saat aku benar-benar sedang senang menulis, aku akan mengeluarkan uang dan membeli banyak buku. Tetapi lagi-lagi semua tergantung mood aja. Tetap ya, Squishy tetap mengalihkan dunia menulis Aku suka sekali mainan ini.

Aku sendiri juga heran kenapa bisa begitu. Tapi kemudian, aku merindukan keyboard ku. Suara saat huruf-huruf di tekan, dan suara spasi yang sangat membuat ku rindu. Aku kembali mengingat saat aku duduk di depan layar komputer, mendengarkan alunan musik yang indah. Seakan dunia begitu tenang, pikiranku jernih dan kata-kata itu jatuh dari air terjun yang mengalir deras.

Baca juga : Mengajarkan Arden Tentang Identitas Berbeda

Tetapi Aku Harus Tetap Menulis

Entahlah yang pasti aku akan tetap menulis. Mau tau kenapa aku memilih untuk menulis saja. Aku menulis karena, bercerita adalah keahlianku. Semakin kuasah dengan baik aku akan semakin maju.

Menulis membuat ku tenang, karena aku tak suka bila berada di kerumunan banyak orang. Aku lebih suka menyendiri dan mencari keasyikanku sendiri. Jika ada yang menyuruhku berpindah. Aku akan menentangnya, karena bagaimana pun  ini dunia ku.

Aku harus menjaga cintaku pada Keyboard yang membuat terus menulis. Apalagi yang harus kulakukan saat ini selain main Squishy. Ya harus menulis. Aku tahu jika dari seusiaku dibiasakan menulis, aku mungkin saja menjadi penulis terkenal. Misalnya, seperti Anwar Fuadi. Ummiku juga senang dengan kegiatan menulisku dan terus mendukungku.

 

Ditulis oleh Ulfah

Blog Ulfah bisa dilihat di https://ulfahnurstory.wordpress.com/ ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *