You Must Believe in Yourself

 

Uhuk, judulnya ngingris ya, tulisannya sih enggak. Jakarta malam tadi (20/5), makan malam bersama seorang teman senior dan seorang teman sekelas di Jurusan Antropologi. Obrolan mengalir dari membicarakan soal jalan-jalan serius yang sudah berlalu dua minggu ini, sampai membicarakan pengalaman kerja yang lalu-lalu. Ada pula obrolan seperti curhatĀ  pengalaman yang pernah bikin jengkel ketika berkerja sampai nasihat penuh semangat agar terus meningkatkan kemampuan diri sendiri dan berujung saran agar sekolah lagi.

Perkaranya begini, setelah obrolan demi obrolan itu ya kapan si bang mau dikejar impian-impian berikutnya. Dari 3 tahun yang lalu loh disuruh belajar bahasa Inggris dengan serius, tahun demi tahun juga berlalu kok enggak kesampaian niat sekolah lagi. Gimana mau sekolah, ngasih jajan Arden ke Indomaret aja sulit. Target itu tak pernah diupayakan, sehingga tak pernah bisa dicapai. Ya jangan berhenti dalam satu fase kemampuan tertentu.

Obrolan tadi malam ya sangat menyengat isi kepala. Lalu mikir gimana caranya? Kalau sekolah lagi, bagaimana ini dan itu,kalau nanti ini itu apa yang harus dilakukan, kok terlalu banyak pikiran. Tetapi enggak pernah mikirin gimana itu semua obrolan bisa dikejar. Dibilang juga kok tadi malam bahwa pikiran positif itu bisa menuntun untuk mencari sesuatu. Apa lagi yang kurang, ya pengalaman sudah ada, jalan yang dilalui dalam pekerjaan ya lumayan, tapi kok kayaknya ndak maju-maju ya.

Kalau dipikir-pikir ya apa ndak bersukur dikasih banyak kesempatan pengalaman. Kesempatan bisa berkerja sembari jalan-jalan dan bisa banyak foto-foto di berbagai daerah. Tapi apa kelanjutan dari apa yang pernah dicapai? Apa harus terhenti disitu saja.

Yang aneh itu ya, sudah dapat semua pengalaman yang lumayan itu, ya kok masih rendah diri sama kemampuan. Enggak ada mikir gitu loh apa yang harus dicapai pada tahap berikutnya. Kok gitu-gitu aja rek. Hayolah.

Pembicaraan tadi malam itu ya harusnya membuat sadar dan bangun dari tidur. Percaya pada diri sendiri kalau bisa meningkatkan kemampuan dalam banyak hal. Tahun demi tahun aja berlalu, masa kemampuan kok enggak nambah-nambah bang. Ya tulisan ini sambil mengingatkan kalau ada sesuatu yang harus dicapai untuk kedepannya. Jangan menyerah dan terhenti disatu fase saja. Semangat bang semangat ya. I must believe in myself.

 

spacer

Leave a reply