Surat Cinta Untuk Arden

794_10208459614993944_8329521073536997100_n.jpg

Arden, Aku harap kelak kau membaca surat ini. Kalau sekarang mah enggak mungkin, usiamu belum genap empat tahun saat aku menulisnya. Kau belum bisa membaca dan menulis. Menghitung baru bisa sampai 5 saja.

Saat menulis ini, kau sedang tertidur setelah makan ice cream cornetto mini kesukaanmu. Sebelum tidur, kau sempat menangis karena tak mau dimandikan ibu, padahal badanmu penuh lumpur. Ibu kesal bukan main, karena enggak nyangka kau bisa mandi dikubangan lumpur di depan rumah. Katanya, lumpur sampai ke pantatmu. Ibu pasti menduga kau tak dijaga ayah. Padahal, aku hanya ingin melihatmu bahagia bermain di luar, meski bermandikan lumpur.

Arden, pada saat menulis ini pula, kita sudah tinggal di rumah yang baru. Meski hanya kontrakan, tetapi ayah dan ibu membuktikan bisa merawatmu tanpa kakek dan nenek. Kami ingin merawatmu sepenuh hati. Meski kau kadang tampak setengah hati mendengarkan kami waktu disuruh mandi atau disuruh pulang menjelang matahari tenggelam.

Arden, di rumah baru  yang masih ngontrak ini, kau sudah bisa berkawan kini. Temanmu banyak sekali. Setiap hari kau bawa ke rumah. Biar kau tahu, mereka senang berteman denganmu, karena mainanmu banyak sekali. Teman-temanmu bebas memainkannya di dalam rumah. Sementara kamu malah asik bermain sendiri di luar rumah.

Nak, ketahuilah diumurmu tiga tahun lebih sepuluh bulan ini, ibu dan ayah sangat menyayangimu. Kami selalu memberi apa saja yang kau minta, meski kami tidak pernah memilikinya sewaktu kecil dulu. Tak jarang pula kesal disimpan dalam hati, karena apa yang kami belikan hancur berantakan. Kalau tak dihancurkan sendiri, ya dihancurkan sama teman-temanmu.

Arden, sekali lagi. Kami sangat mencintamu. Kami senang melihatmu yang selalu tertawa. Kami senang dengan keras kepalamu. Kami senang kau tumbuh sehat seperti anak-anak yang lain. Oh ya sebentar lagi kau ulang tahun, bulan mesi nanti. Ayah sudah bilang sama ibu, nanti kita ajak kau jalan-jalan dan boleh minta kado apa saja. Asal harganya jangan kemahalan.

Arden, jika kau bisa membaca ini kelak. Katakan kepada teman-temanmu, kalau kau memiliki ayah dan ibu yang sangat mencintaimu. Tetapi cinta Ibumu tampaknya lebih besar, meski dia sering melarangmu mandi hujan dan bermain lumpur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *