Cerita Ayah

Seminggu Sekolah yang Menyenangkan Bagimu, Bagiku, Baginya

Seminggu sekolah yang menyenangkan itu paling tidak terpancar dari semua ceritamu. Tidak ada ocehan lain, selain tentang sekolah. Segenap upaya kami, terutama ibumu untuk memberikan pendidikan terbaik bagimu, Arden.

Hari pertama masuk sekolah, sesungguhnya bikin deg-degan buat kami, “dia bakal betah enggak ya?” Pertanyaan yang terjawab langsung setelah melepas hari pertamamu di sekolah.

Tidak seperti sekolah PAUD, kau langsung masuk ke dalam kelas selepas diantar. No drama, no cry, no dua rebu. Dari situ Ayah dan Ibu yakin, kau memang siap untuk masuk SD.

Baca juga : Untuk Arden Anakku, Nikmati Sekolah Bermain dan Bergembiralah

Jauh sebelum hari pertama, Ayah dan Ibu diskusi panjang tentang sekolahmu. Lagi-lagi terutama ibumu, dia tak ingin kau masuk sekolah yang “biasa-biasa saja”. Bukan tanpa alasan, karena kau anak semata wayang yang luar biasa. Ada saja tanyamu tentang dunia ini di rumah.

Tingkah dan celotehmu itu membuat kami bertanya-tanya tentang sekolah yang baik bagimu. Akhirnya diputuskan untuk masuk Sekolah Alam Indonesia.

Guru-gurunya berusia muda, penerimaan yang baik, dan respon terhadap orang tua yang ramah, menjadi pembuka cakrawala. Inilah sekolah yang akan menjadi pilihan dari kami.

Tak dinyana kan, hari pertamamu sangat menyenangkan. Suasana pagi yang cerah, disambut senyuman, dan disapa rama oleh semua guru.

Setelah Hari Pertama dan Hari Sekolah yang Menyenangkan Lainnya

Hari pertama dilalui dengan riang, begitu pula hari lainnya. Setiap pulang sekolah kau selalu bercerita. Dari pengalaman tentang bermain di dalam kelas, outbond, memasak, dan kegiatan menarik lainnya tak habis menjadi kabar baik bagi kami.

Tidak habis rasanya ingin tertawa, ketika kau pulang memakai sepatu boots mirip orang pulang dari sawah. Katamu baru saja outbond berkeliling lingkungan sekolah.

Kalau kata bou di Medan, itu bukan “sekolah” tetapi pulang dari sawah. Namanya juga sekolah alam, tentu saja bumi dan seisinya adalah media belajar.

Setiap hari belajar tanpa seragam kok rasanya menyenangkan sekali ya. Kau bisa memilih sendiri apa yang dikenakan setiap hari. Meski, ibu tetap saja sebagai pemilih nomor wahid pakaian terganteng setiap hari.

Tidak membaca, menulis, apalagi menghitung pada minggu pertama itu kok senang sekali ya. Temanmu sampai heran, “Kamu sekolah dimana sih Arden?” Tanya penuh penasaran.

Hingga, pembicaraan sekolah dengan teman sebaya di rumah tidak nyambung satu sama lain. Kalau teman-teman heran dengan sekolah tak pakai seragam, kau masih bingung kenapa teman-teman pakai baju merah putih yang sama setiap hari.

Kalau kau bercerita tetang dunia bermain di sekolah yang menyenangkan, temanmu sudah ngomongin tentang siapa “jeger” anak paling nakal di sekolahnya. Semoga tidak ada anak nakal di sekolah yang mengganggu masa kecil di sekolah.

Baca juga : Gemar Main Game Antara Aku dan Adik-Adikku

Tentang Sekolah yang Menyenangkan

Seminggu sekolah yang diakhiri dengan halal bi halal orang tua, kami yakin ini menjadi cara terbaik untuk memberimu pengetahuan baru. Dari sekolah, kami yakin akan ada beribu kebaikan buat masa depanmu. Dari hari-hari di sekolah yang menyenangkan itu akan menjadi pengalaman tak terlupa bagimu kelak.

Pada dasarnya nak, Ibumu ingin kau menjadi apa yang kau mau. Tidak ada ukuran dariku juga kau harus menjadi apa. Tapi kalau mau menjadi Antropolog atau model tak apalah. Hehe…

Semoga dari seminggu sekolah yang menyenangkan ini tidak pernah berakhir. Awalan pendidikan dasarmu, akan membawa ke sekolah-sekolah terbaik di jenjang pendidikan sekolah selanjutnya. Semoga saja, kami akan melakukan segenap upaya untuk membantumu tetap menempuh pendidikan sampai yang tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *