Namaku Arden

“Namanya siapa?” Lalu, ia selalu melihat muka ayah atau ibunya. “Nama aku Arden,” jawabnya singkat. Arden selalu tampak ragu kalau ditanya soal namanya, ia jarang melapal namanya sendiri. Ia lebih sering menyebut dirinya Ade dan sebagian kerabat memang dengan sebutan Ade pula. Setelah masuk PAUD, aku dan ibunya mulai mengajarkannya menyebut namanya. Nama depannya saja, “Arden”.

Arden memiliki nama lengkap yang panjang, yaitu Arden Naufal Narayanasrama Harahap. Nama itu berarti Lelaki baik hati yang diturunkan ke bumi. Doaku dan istriku, dia menjadi seorang yang mudah bergaul dan berlaku baik pada semua orang yang dikenalnya. Setelah nama disematkan pada dirinya, barulah disadari kalau nama itu terlalu panjang ditambah nama marga yang tak boleh lepas dari dirinya sebagai seorang lelaki batak. Marga Harahap sebagai identitas yang tak akan lekang sampai berapa turunan pun.

Arden berbeda dari sepupunya yang lain yang diberi nama bernuansa Islam. Aku sengaja menjauhkan nama anakku dari nama-nama Islam, agar Arden seperti namanya lebih memiliki sifat terbuka. Dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan tanpa terpengaruh sisi-sisi keagamaan. Aku berharap sekali dia menjadi seorang yang bisa berada diantara semua orang tanpa sekat keagamaan.

Untuk menguatkan hal tersebut, aku dan istri mengajarinya tentang agama yang berbeda. Arden sering terpukau indahnya pohon natal dan lampu lampion kalau lagi jalan-jalan ke mall ketika bertepatan dengan perayaan hari raya keagamaan. Bagiku, Arden lebih baik mengenal agama lain  daripada tidak tahu dan lalu membenci agama dan kepercayaan yang berbeda kelak.

Menjadi Lelaki baik hati

Dasar belajar Arden dari kami adalah tentang sisi kebaikan bagaimana berbuat kepada orang lain. Jadi fondasinya bukan agama. Aku sendiri lebih konsen mengenalkan Arden tentang baik dan tidak baik. Bagaimana dia bersikap terhadap temannya, menghormati kakek-neneknya, dan selalu ramah pada tetangga sebelah rumah. Setelah itu, terserah Ardenlah dia mau belajar dari mana kelak menabalkan sisi-sisi kebaikan itu. Tugasku sebagai orang tua mengenalkannya pada banyak hal, bukan memaksanya berkutat pada sisi-sisi tertentu saja.

Arden sudah menjelang 5 tahun, puji sukur perkembangannya sesuai harapan. Dia suka bermain sama teman-temannya tanpa melukai, berbagi biscuit mari sampai benar-benar ludes, dan berbagi maianannya pada Uta, Kevin, Igri, Atan, dan teman lainnya. Jadi ingat ibu-ibu warung sering bilang sama ibunya kalau Arden keseringan membagi uang jajannya sama teman-temannya. “Pantes aja bolak-balik dua rebu,” jawabku tak mau ambil pusing soal itu. Namanya juga anak-anak dan bersukurlah dia mau berbagi.

Sekian dan Kehabisan Ide

Mau nulis lagi panjang-panjang tentang nama Arden dan harapan dibaliknya, tetapi kehabisan ide. Ya segitu ajalah dulu. Tulisan ini untuk minggu tema #1minggu1cerita. Sebagian besar tulisan ini adalah dari sisi Ayah  dan dari sisi ibu tentu berbeda. Dari dua berbeda, sepasang orang tua yang akan mendidik Arden hingga dewasa kelak.

spacer

11 comments on “Namaku Arden

  1. 'Ne (Fitriane Lestari)

    apapun itu niat orang tua memberi nama anaknya tentu selalu disertai doa dan harapan, dan semoga Arden bisa mejadi anak yang sesuai harapan. saya jg sedang mulai mengajarkan anak saya untuk menghafal namanya sendiri..

    1. phadliharahap

      Iya teh. paling sulit ngajarin menghafal nama sendiri. soalnya panggilannya bukan dari namanya. Doa dan harapan beriring atas kelahiran Arden 🙂

  2. CatatanRia

    anakku jg klo ditanya nama bilangnya “babang (abang)” dia terbiasa menyebut dirinya sendiri babang 😀 udah diajarin teh tetep blm bisa mungkin karena masih kecil blum genap 3 taun

    1. phadliharahap

      iya mba Arden baru baru ini aja mulai bisa menyebutkan namanya sendiri. 🙂

  3. @JanuaryanID as (Ryan RA)

    Arti namanya bagus kang, semoga Arden bisa menjadi anak yang diharapkan oleh kedua orang tuanya 🙂
    ngasih ide, kayanya harus ada tag di blog kang phadli, buat menceritakan perkembangan Arden..(asikkk :D)

    1. phadliharahap

      Hehehe, iya kurang kelihatan kategorinya, karena enggak dibagian atas kali ya. 🙂

  4. Febrianty Rachma

    “Dua ribu ahahaha” anak-anak sekarang makin pinter aja deh, saya pikir cuma 2 jagoan saya doang ga tahunya ada temannya hehe.. Arden sepantaran dong sama anak saya yang kedua hehe. Tambah pinter Arden jadi anak sholeh ya. Salam kenal dari member 34

    1. phadliharahap

      Wah asiiiikkk arden ada teman. Salam kenal juga ya mba dari member 23. Salam 1m1c

Leave a reply