Kota Medan, Kampung Halaman yang Dirindukan

Di Bandara

Pada tanggal 7 Januari 2017 itu, aku bersama istri dan Arden pulang ke Medan. Kepulangan ini tentu mendadak sekali. Tanpa rencana. Kakak ipar yang mengajak kami sekaligus membelikan tiket pulang ke Medan dan pergi ke Sukabumi. Tepat sehari sebelum hari kepergian ke Medan. Jadilah, keluarga kecil bahagia pulang ke kampung halaman sang ayah hanya membawa oleh-oleh dodol yang dibeli di super market. Aku belum pernah mengajak istri dan Arden pulang ke Medan dengan berbagai alasan, salah satu alasannya tentu ongkos dan biaya untuk pergi ke Medan itu tidak murah. Ya namanya kehidupan kadang ada uang dan kadang ada nasi dan lauk saja untuk dimakan. Perjalanan ini adalah pertama bagi Arden dan Ibu ke Kota kelahiran Ayah. Pertama kalinya pula, Arden melakukan perjalanan jauh menyeberang antar pulau.

Aku sejujurnya senang sekali pulang ke Medan. Medan adalah kampung halaman dengan sejuta rasa. Ada rasa rindu, rasa ingin bertemu, rasa sayang, rasa kasih, dan menguak rasa lainnya. Kalau kata member #1minggu1cerita kampung halaman adalah tempat dimana bumi pernah berhenti berputar. Rasanya benar. Pulang ke Medan adalah saat menghentikan semua pikiran lain dan merebaknya semua kenangan, semua apa yang terjadi di tanah kelahiran. Kota terindah sejagat raya, tempatku lahir, berjalan, seolah TK, SD, SMP sampai SMA. Ahhh Kota Medan.

Mamak dan 3 cucunya

Waktu sampai di rumah, mamakku (sebutan ibu)  terkejut bukan main sambil menitikkan air mata, “pulang kau nak, pulang kau Arden, pulang kau Fey (istriku),” disapa mamak kami satu per satu sembari mengusapkan dasternya ke matanya. Kami tak bisa menyembunyikan rasa haru, kami menyalami mamak dan mencium pipinya. Perjalanan kami ke Medan ini tentu saja kejutan buat Mamak. Hanya mamak yang tidak tahu kalau kami akan pulang. Ayah sudah tahu rencana kami, karena Arden sudah menelpon sehari sebelumnya miengajak memancing ikan bersama. Adik, kakak, dan abangku yang di Medan juga sudah menyadari kepulangan mendadak ini. Oh ya, suami kakak iparku itu adalah abang sulungku. Abang Sulung yang sudah tinggal di Bekasi. Mereka sekeluarga juga pulang ke Medan.

Tentang Rindu Mamak & Ayah

Kesempatan pulang kali ini kami tidak banyak pergi ke luar. Hanya dua kali pergi jalan-jalan,  itu pun pergi ke Mall saja. Selebihnya ya berleha-leha di rumah dan Arden bermain dengan sepupunya. Kalau kata Fey, “Kalau ke Mall mah di mana-mana juga ada. Lain kali kita jalan-jalan ke mana gitu.” Ya namanya juga jarang-jarang pulang, rumah menjadi tempat paling nyaman dan rasanya tak ingin pergi kemana-mana.

Ketahuilah kawan, kota ini begitu berarti bagiku dari dulu hingga kini, kenapa eh kenapa? karena eh karena…

Di Kota Medan, Cinta Pernah Bersemi dan Mengingat Mantan

Di Kota Medan, pertama kali aku merasa manisnya berpacaran dan pahitnya meninggalkan kekasih. Di kota itu, aku masih mengingat lekat-lekat waktu tubuhku dan tubuhnya tergoncang naik becak motor. Goncangan becak motor sering menjadi alasanku memegang erat tanggannya, agar tubuhnya tidak tergoncang ke arah abang becak, tetapi cukuplah ke pundakku saja.  Dialah sang mantan. Banyak kenangan di Kota Medan dengan mantan, berbagai tempat yang pernah dikunjungi di sana, dari Istana Maimun, Mesjid Raya Medan, Warung TST sebagai tempat nongkrong gaul kawula muda anak medan, mall-mall. Aku juga masih mengenang waktu mencium keningnya. Kami berpisah di Bandara Polonia. Aku terpaksa pergi untuk kuliah ke Kota Bandung. Sayang Bandara kenangan itu sudah tidak tidak menjadi bandara komersial dan telah berpindah Bandara Kuala Namu di Deli Serdang. Itulah kisah kasih kota Medan sebagai Kota Mantan #eh.

Dear Mantan

Becak Motor  

Beca Motor bisa dikatakan raja jalanan di Kota Medan. Banyak sekali warga kota yang mengandalkan mata pencaharian menjadi Abang Becak. Ayahku pun pernah menjadi supir becak untuk makan anak istrinya. Nama lain becak motor adalah becak mesin.

Arden naik becak mesin

Bagi kamu-kamu yang jalan-jalan ke Medan harus mencoba naik becak mesin ini yah. Becak Mesin ini biasanya bermerk Honda Win, Kawasaki, dan Tvs. Orang Medan suka pergi kemana-mana naik becak motor ini. Aku sih senang berpacaran naik beca biar bisa pegang tangannya. Sayangnya pada akhir tahun 2016, kabar terbarunya becak mesin harus bersaing dengan Gojek dan Grab sebagai sarana transportasi baru yang berkembang di Kota Medan.

Jalan-jalanlah ke Mall

Di Kota Medan, ada banyak Mall besar. Tetapi mall yang paling senang kukunjungi adalah Sun Plaza. Alasannya, salah satu mall terbesar di Medan ini terdapat tempat nonton film dan tempat makan yang nyam nyam. Ada banyak tempat makan di sana, dari makanan lokal, china, sampai ala-ala barat.

Makan makan dong di Sun Plaza

Lokasi Mall ini ada di Jl. H. Zainul Arifin No. 7. Pokoknya enak deh maka di sana… Arden dan Fesy pergi ke Sun Plaza waktu ke Medan. Oh ya Aku, Fey, dan Arden juga pernah ke Center Point. Mall itu lumayan gede juga yah.

Makan Durian Dong Kalau Ke Medan

Bagi kalian yang datang ke kota Medan tentu saja harus makan durian di sana. Durian di sana harganya tentu lebih murah dibandingkan harga di Jakarta dan Bandung. Kalau kami, duriannya dibelikan Ayah alias Opungnya Arden dari pedagang pinggir jalan. Enggak tanggung-taggung, langsung beli 10 durian. Kalau mau makan durian yang nikmat dan dengan berbagai varian olahan dan rasa-rasa lainnya datang saja ke Ucok Durian di Jalan Pelajar No.46 Medan. Info lengkap ucok durian bisa dibuka di website nya juga https://www.ucokdurian.id.  Ayo jangan lupa makan durian ke Kota Medan.

Makan durian dong

Nongkrong ala Anak Gaul Medan, Ya Minum TST dan Mie Aceh

TST itu singkatan dari Teh Susu Telor. TST menjadi minuman khas dan popular bagi anak muda di Kota Medan. Di Medan banyak sekali warung kopi atau warung minuman yang menyediakan menu TST. Anak muda nongkrong pas malam minggu. Sebagian warung TST juga menyediakan mie aceh yang enak banget rasanya. Tempat ini bisa didatangi di Jalan Halat dan Jalan Amaliun.

Jalan-Jalan ke Istana Maimun dan Mesjid Raya juga Oke

Istana Maimun merupakan istana milik Kesultanan Deli yang terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun. Kabarnya, Istana Maimun di dirikan sejak tahun 1888.

sumber : http://www.istanamaimoon.com/

Tidak jauh dari Istana Maimun terdapat Mesjid Raya Medan. Mesjid Raya Medan ini sebenarnya namanya Mesjid Raya Al Mashun. Mesjid Raya Medan dibangun pada tanggal 21 Agustus 1906. Bisa dibilang kalau Istana yang berwarna serba kuning terletak di jantung tengah Kota Medan. Sebenarnya banyak bangunan bersejarah yang menarik, dikau para pembaca bisa cari sendiri di google ya.

Medan Oh Medan, aku ingin rasanya sering pulang ke sana. Tetapi apa yang bisa kulakukan di sana lagi. Hal penting tentang Kota Medan tentu saja ada Mamak dan Ayah yang selalu merindukan dua anaknya yang sudah menetap di luar Kota Medan. Orang tua yang selalu menanti kehadiran anak-anaknya, meski setahun sekali.

 

 

 

 

 

 

19 thoughts on “Kota Medan, Kampung Halaman yang Dirindukan

  1. Teh susu telur mirip teh talua khas Padang? Btw baca ini jadi pengen ke Medan terus langsung cek Traveloka, pas cek harga tiket dikali 3 nyengir dulu aja hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *