Cerita Ayah

Kok Jadi Orang tua yang Lomba, Anak PAUD-nya Ngapain?

Pada jumat kemarin (16/0/2017 di acara PAUD sekecamatan, saya melihat orang tua yang lomba, padahal itu kerjasama anak dan orang tua. Saya bersama Arden mengikuti lomba puzzle 3 dimensi yang berbentuk perahu layar. Sebagai Ayah saya harus menemani anak, karena Ibu sedang sibuk-sibuknya. Saya tentu saja senang terlibat dalam kegiatan Arden. Ikut lomba bersama anak itu kan pengalaman seumur hidup sekali.

Sehari sebelumnya, guru telah mengumpulkan orang tua untuk persiapan lomba. Saya pun datang dan menyimpulkan, bahwa ini lomba kerjasama antara orang tua dan anak dan harus menyiapkan bahan seperti, lem, cutter, gunting, kertas origami, streofom, dll. Untuk membeli semua alat ini, Saya dan Arden sengaja pergi ke kota sekalian jalan-jalan siang.

Setelah bahan disiapkan, ya saya cuma melihat-lihat contoh gambar miniatur kapal dan cara membuat origami dan menggambar ikan, agar kapal yang kami buat lebih menarik. Saya tidak membuat persiapan macam-macam sebelumnya. Tak berharap pula karya Arden bisa juara. Lomba ya lomba, kalah menang itu biasa, itu pula yang saya ajarkan pada Arden. Yang penting happy.

Cerita lainnya Orang Gila itu juga Manusia Sepertimu

Ternyata Orang Tua yang Lomba, Bukan Anaknya

Singkat cerita, lomba dilaksanakan di salah satu kantor desa, di Sukabumi. Belum pun lomba dimulai, beberapa ibu tampak sedang asyik mewarnai. Saya tercekat melihat betapa sayangnya ibu tersebut pada anaknya. Anaknya tampak santai saja dan orang tua yang lomba. Ibunya yang malah tampak khusuk mewarnai. Ada pula ibu yang tampak tidak memperhatikan anaknya sangkin asyiknya berkreasi sendiri, anaknya ya makan cemilan dari panitia acara.

Lomba akhirnya dimulai, jreng… Saya kaget kok pernak-pernik plus segala macam perhiasan sudah selesai. Padahal lomba baru saja dimulai. Saya yang melihat ibu-ibu telah menyiapkan bahannya dengan bagus sekali terpana. Alasannya, Saya dan Arden belum menyiapkan apapun. Ada sih gambar ombak yang saya oret-oret di streopom sebagai bekal contoh saja. Tapi ibu-ibu yang lain sudah membuat ombak kapal, origami ikan, dan perhiasan karya lainnya.

Ini lomba kerjasama orang tua dan anak atau cipta karya orang tua semata? Tanya saya dalam hati. Saya yang belum habis terpana berupaya tenang, saya suruh Arden mewarnai kapalnya. Saya ya memotong streopom biar bebentuk ombak. Lalu mengambil kertas origami dan digambar ikan diatasnya. Saya gunting dan tempelkan di streopom. Kabar baiknya, saya ternyata bisa menggambar gurita juga. Saya juga membuat origami kapal kecil untuk pelengkap kapal yang besar. Lomba begini ternyata menghabiskan banyak waktu.

Belum lama waktu berselang, beberapa ibu ternyata hampir menyelesaikan karya kapal yang indah. Hebat betul. Saya sama Arden ya mengerjakannya lama.

Cerita lainnya Ayah, Kok Anak Kita Belum Bisa Membaca Ya

Anak Malah Lelah dengan Perlombaan Tersebut

Bahkan Arden mengaku lelah dan tampak ogah mewarnai. Saya beri semangat, “Ayo nak kamu bisa, warnailah seperti kamu mencoret mewarnai dinding di rumah.” Tetap saja mengeluh, “Aku cape yah.” Oh ya ibu guru Arden sempat bertanya, “kok streopomnya buat ombak tidak dipotong di rumah,” lah kan lombanya bukan di rumah, pikir saya dalam hati.

Melihat peserta lain mulai menyelesaikan karya kapalnya, saya pun tergesa-gesa tempel sana dan sini sambil potong ini dan itu. Arden sudah hampir sepulih kali bilang, “Ade cape yah.” Akhirnya, saya bilang ya sudah, bantu Ayah menempel kapalnya, kita udahan aja bikinnya. Tara… Selesai….

Kapal di kumpulkan, sebuah mahakarya selesai dibuat. Keluh kelelahan Arden berubah rasa ingin jajan. Setelah selesai lomba, saya lihat semua hasilnya dan sebagian besar indah sekali. Sementara hasil saya dan Arden, ya kok bagus sekali ya. Hehehe.

Ada hikmah hari ini, kalau lomba ya kerjakan di rumah sebagian besar pernak pernih karyanya. Agar tampak indah, meski ibu atau ayah yang dibikin rempong. Anak tidak perlu lelah, cukup orang tua saja yang memuaskan diri membuat sebuah karya kapal 3D yang indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *