Anak Bermain Di Luar Rumah, Ya Biarkan Saja

Arden sering sekali menghilang di siang hari. Aku tak tahulah dia persisnya dimana kalau sudah bermain. Kawannya pun tak sedikit. Rumahnya kawannya pun tak tahu dimana. Tetapi aku tahu titik pusat tempat Arden dan teman-temannya bermain, yaitu di madrasah yang jaraknya cuma 10 meter dari rumah. Kalau sudah berjam-jam di luar rumah, Arden biasanya berkumpul di madrasah yang dikelola sama Pak RT tersebut. Arden selalu permisi kalau keluar urmah, “aku ke madrasah ya yah.” Tetapi ya permisinya memang tujuan awal saja ke madrasah, setelah itu tak tahulah dia mau ke mana. Tak jarang, Arden kadang-kadang bak hilang ditelan bumi. Mencarinya pun, bisa keliling kampung. Lalu, apa awak perlu khawatir kejadian semacam itu? Apalagi kalau sampai hilang ditelan bumi.

Aku tak begitu khawatir dengan asiknya Arden bermain di luar rumah. Namanya juga anak-anak. Awak pun begitunya pas kecil. Awak tak dilarang sama mamak, kenapa Arden harus dilarang-larang. Selama dia permisi, tahu siapa temannya, dan dimana titik kumpul anak-anak bermain ya amanlah sudah. Hai orang tua yang udah enggak anak-anank lagi, sudah deh jangan larang-larang anak bermain ke luar, kayak enggak pernah kecil aja.

Bermain itu bermanfaat dan banyak kawan. Ya kan banyak teman kan. Bukan teman di medsos ya. Kalau anak-anak dikau juga sering bermain di luar rumah tak usalah kahwatir. Menariknya, anak yang sering bermin di luar rumah ternyata berdampak baik secara fisik maupun sosial.  Anak-anak yang sering bermain di luar rumah kabarnya akan cepat dan lebih baik dalam bereaksi ketika berhadapan dengan orang lain. Gampang berinteraksi dan lebih cepat akrab dengan orang lain. Selain itu, katanya John Rately dalam bukunya Spark: the Revolutionary New Science of Exercise anak-anak yang sering bermain di luar di rumah memiliki fungsi kognitif dan menjaga mental lebih stabil. Fungsi kognitif itu berkembang melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. 

Kalau dilihat-lihat sih, Arden memang lebih cepat beradaptasi lingkungan sekitar setelah dia lebih sering bermain di luar rumah. Hal yang menyenangkan dari Arden sering bermain di luar rumah, si anak jadi dikenal tetangga. Orang tua pun jadi kecipratan gampang bersosialisasi dan dikenal banyak orang. “Ayah Arden, itu anaknya main di sawah,” suatu kali kata seorang ibu muda menyapa ketika aku mencari anak kecil itu. Lalu, betul saja, tetangga jadi perhatian sama anak kita yang sedang asik-asiknya berenang di sawah.

Dampak positif anak bermain di rumah sih buaku, Arden jadi jarang minta ke indomaret. Pengeluaran berkurang dan paling jajan ke ibu warung lotek sama teman-temannya. Hemat hingga 90%. Jajan yang tadinya hingga Rp20.000. Sekarang ya Rp2.000 saja cukuplah. Jadi, ajari anakmu wahai orang tua bermain di luar rumah.

spacer

4 comments on “Anak Bermain Di Luar Rumah, Ya Biarkan Saja

    1. phadliharahap

      iya mba, malah banyak banget sawah. kan tinggalnya di kampung. hehehe

    1. phadliharahap

      iya om main di luar rumah rame

Leave a reply