Yang Nenek Lakukan Waktu Ketemu Arden

Nenek dan Arden sebenarnya sudah pernah bertemu waktu di Jakarta pas mau pergi berhaji ke tanah suci. Tetapi, Arden belum pernah bertemu nenek langsung di tanah kelahiran Ayah, Kota Medan.  Lalu, apa yang dilakukan nenek selama bertemu Arden di Medan?

1. Nenek Terkejut. Nenek tampak terkejut ketika melihat Arden keluar dari Mobil sewaan dari ‘Grab’. Arden tampak tersenyum kikuk dan nenek keluar dari rumah dengan tersenyum sumringah. “ke Medan kau Nek. Arden ke Medan.” Ayah tersenyum melihat mamaknya tampak bahagia. Nenek tidak tahu kepulangan kami ke Medan. Ayah bisa membawa Arden dan Ibu ke Medan adalah kebahagiaan bagi nenek dan tentu saja opung.

2. Memasak dan memasak lagi. Bukan rahasia lagi, kalau Nenek gemar memasak dan memasak apa saja. Nenek memasak semua makanan kesukaan Arden, dari ikan lele, ayam, dan banyak deh. Nenek selalu tak lupa memasak daun ubi tumbuk. Sayur ini adalah menu yang dihidangkan dengan resep cinta. Ayah takkan menemukan sayur daun tumbuk seenak masakan nenek.

3. Menyuruh Opung membeli durian. Kakek Arden di Medan di panggil opung dan nenek tetap dipanggil nenek. Nenek tampaknya tahu Arden suka durian dan aseli Opung langsung dibelikan durian pada hari pertama berada di Medan. Kebiasaan dari kecil Ayah dan enam saudaranya memakan durian sebanyak-banyaknya. Enggak tanggung-tanggung beli durian 10 buah hari itu. Makan durian bersama-sama sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Ayah dan saudara kandungnya adalah “hantu durian” sebutan untuk mereka yang enggak berhenti makan durian selagi masih ada buah teronggok di piring.

4. Menyuruh opung memancing ikan lele. Opung Medan punya kolam ikan, dari ikan lele, patin, sampai ikan mujahir. Arden sempat ikut memancing ikan, tetapi enggak dapat. Akhirnya ikan diambil dengan tanggok atau saringan besar. Setelah ikan diambil, lalu di masak deh.

5. Menangis, ya nenek menangis. Nenek selalu menangis melepas kepergian anak-anaknya dan juga melepas kepergian Arden pulang kembali ke Sukabumi. “Arden, cucu nenek. Nanti ke Medan lagi yah, kita beli durian lagi. Pulang ya nek ke Medan lagi.” Dari tangisan nenek, dia tampak sekali rindu anak-anaknya yang satu berada di Bekasi dan yang satu berada di Sukabumi. Ibu dan Arden senang sekali bertemu nenek. Kalau kata bou, nenek rindu kali sama kedua anaknya yang ada di pulau seberang dan ingin sekali bertemu. Ya sama juga dengan opung sering nanya kapannya Ayah Arden itu bisa pulang.

Ya Nenek, Arden pasti kembali lagi ke Medan pada suatu purnama. Semoga dan semoga murah rejeki. Amiin.

4 thoughts on “Yang Nenek Lakukan Waktu Ketemu Arden

  1. Ardennnnnn..
    Kalo di gunungsitoli, duriannya banyakkkkkkkk..
    Rasa, jangan ditanya. Tep manteb.
    Harga, cuma lima rebu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *