Selamat 5 Tahun Arden

Lelaki yang kuberi nama Arden ini akan ulang tahun esok hari, 15 Mei 2017. Sayangnya, aku harus pergi untuk berkerja ke luar rumah. Hari ini sehari sebelum ulang tahun diantara ketikan dan kertas coretan pekerjaan, aku sempatkan untuk melihatnya perpisahan PAUD di sekolahnya. Arden membacakan doa bangun tidur dan berdoa bersama teman-temannya. Riang tampaknya, dia sempat disko chacha selagi temannya berdoa. Selain itu, ia menari dua kali, tarian penguin dan Kapiten. Aku dan istriku tertawa melihatnya, ternyata dengan postur badannya yang kurus rada tinggi itu badannya lihai menari-nari. Padahal udah was-was Arden enggak bakal bisa menari, soalnya jarang sekolah. Dia sempat libur karena sang ayah harus pergi ke luar kota. Dia tak ada yang menjaga dan terpaksa dipindahkan ke Cianjur buat sementara. Ibu juga sibuk malah lebih sibuk dari ayah.

Hari ini pun aku akan pergi lagi ke luar kota. aku dipastikan tak merayakan ultah bersama Arden. Tak ada tiup lilin dan menyaksikan tawa secara langsung. Sempat keidean beli kue sebelum hari lahirnya, tetapi kata ibunya kecepatan. Sampai Arden tertidur karena ngambek tidak boleh main pistol-pistolan berpeluru, membeli kue memang urung dilakukan.

Hai Arden, kau sudah 5 tahun loh besok. Ayah senang sekali melihat tumbuh kembangmu tak kurang sedikitpun malah kelebihan berbicara. Ada saja yang kau inginkan diumurmu menjelang 5 tahun. Mau beli legolah, beli mobillah, kereta apilah, kalau diturutin ya pingsanlah ayah dan ibumu ini.

wahai lelaki yang baik hatinya, Selamat ulang tahun ya. Selamat berhasil hidup di dunia selama 5 tahun. Selamat sudah lulus PAUD A dan mau masuk PAUD B. Katamu hari ini senang sekali. Apalagi bisa menari dan membaca doa dengan lancar. Kau juga tak lupa menyebut nama ibumu dengan Ferni bukan Tini.

Arden yang juga bermarga Harahap, aku tak banyak menuntut untuk hidupmu. Ya itu urusanmu sajalah. Doaku pun tak muluk-muluk soal kau menjadi apa ya terserahmu jugalah. Aku Cuma bisa mengenalkan dunia dan seisinya semampuku. Seperti aku mengenalkanmu dengan pekerjaan sebagai model dan supir kereta api. Seperti aku mengenalkanmu bahwa banyak agama di dunia ini, bahkan perayaan agamanya serba menarik seperti pohon natal dan lampu lampion. Aku ingin kau mengenal bahwa banyak sekali perbedaan dalam hidup yang akan kau rasakan kelak.

Tahu enggak Arden, bahkan kau lahir dari keluarga batak beragama Islam yang sangat akur dengan keluarga Adven di depan rumahmu. Dulu Ayah punya adik yang suka bermain di rumah, ya Adik beragama Adven itu. Tak ada sekat dalam hubungan manusia. Begitulah ayah menyayangi tante kecil itu yang meninggal karena serangan demam berdarah.

Arden yang baik hatinya, kamu harus tahu juga. Diumurmu yang 5 tahun ini akan banyak hal baru yang akan kau lihat. Toh dunia tak selebar Cianjur dan Sukabumi saja. Kau sudah melihat bagaimana melayunya kota Medan. Begitu besarnya Kota Jakarta dengan gedung tinggi. Kau juga sudah tahu kalau berbahasa itu tak hanya bahasa Indonesia saja, kau sudah pintar berbahasa Sunda diumur 5 tahun.

Arden, berbahagialah dalam hidupmu ya. Ayah dan Ibu adalah orang tua yang akan tetap mengenalkanmu pada ragamnya riuh kehidupan dan luasnya bumi ini. Bergembiralah karena pada usiamu 5 tahun ini, kau dalam keadaan sehat dan banyak teman di sekitar rumah. Selalu tersenyumlah pada semua orang, karena itu bisa membuat orang lain bahagia. Tetapi ingatlah kalau ngobrol sama orang tak mestilah kelakuan ayahmu juga kau ceritakan pada ibu-ibu di warung itu.

Nak Selamat ulang tahun. Selamat berbahagia. Kita ketemu minggu depan ya. Beli kuenya sama ibu saja. Ayah harus berkerja esok hari. Kami menyayangimu Nak…

spacer

2 comments on “Selamat 5 Tahun Arden

  1. Arha

    Selamat bertambah umur Arden ^_^
    Smoga selalu sehat..trs bisa tumbuh menjd pemuda cerdas, tampan dan berguna bagi banyak orang. Amin Ya Rabbal Alamin

Leave a reply