Merdekalah 2000

IMG-20151215-WA0003

Merdekalah…

Pulang sekolah, Arden menunjukkan bendera kecil merah putih yang sudah robek. Bendera kecil yang dilem dengan sebatang sapu lidi. “Bendera ini ayah,” kami buat di sekolah, katanya seolah paham apa itu bendera. Digoyang-goyagkannya sedikit hingga lidi hampir mencolok matanya sendiri. “Hati-hati”, kataku. Dia tak menggubris dan terus saja menggoyangkan bendera merah putih dengan sebatang lidi itu.

Lari dia ke dalam kabar dan bertemulah dengan uang dua rebu yang disebutnya dengan uang besar. ‘Ayah aku nemu uang,” aku mau jajan. Aku tak bisa berkata banyak, kalau kuambil dia pasti menangis. Aku tak mau menjajah keriangannya. Lalu dia berlari tanpa mengucapkan salam seperti biasanya. Kubilang hati-hati pun dia tak mendengar. Ya nak, meredekalah. Jajanlah terus, itu menjadi 4 kali dua rebu yang kau minta dan ambil dari kamar. Merdekalah, karena masa kecil adalah masa Merdeka untuk jajan sesukanya.

Merdeka! Merdeka anak-anak negeri. Habis dah uang dua rebu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *