Kalau Aku Mau Menjadi Penari, boleh enggak?

Tentang cita-cita, Arden sudah biasa diajak ngobrol mau menjadi apa dia besar nanti. Ayah dan ibu sudah pernah bercerita tentang begitu banyaknya pekerjaan di dunia ini. Arden mulai mengerti beberapa pekerjaan, apalagi dia pernah melihatnya, seperti sopir kereta (masinis), ibu guru, penari, dan model.

Ayah : Sebenarnya kamu mau jadi apa sih, Ade?
Arden : Mau jadi sopir kereta.
Ayah : Kalau cita-cita yang lain? Jadi model gitu, biar foto-foto bagus?
Arden : Ayah mah, kan foto juga tiap hari foto-foto. Kalau jadi tukang nari (maksudnya:penari) gimana?
Ayah : Itu bagus juga. Pas samen (perpisahan sekolah), kamu bisa menari.
Arden: Tapi kayak cewek ya yah, nari-nari gitu…
Ayah : Ihhhh kata siapa. Banyak penari cowok. Besok deh lihat di Youtube.
Arden : Kirain teh cewek doang boleh jadi tukang nari. Jadi boleh ya yah?
Ayah : Boleh dong den. Nanti kalau sudah besar, Ade tahu kok mau jadi apa. Boleh mau jadi apa saja. Mau jadi pelukis, penulis, model, antropolog, penari, sopir kereta, apa aja boleh. Asal kamu senang.
Arden : Atuh ayah jangan banyak-banyak. Nanti Ade cape.

Beberapa kali ngobrol tentang cita-cita dengan Arden. Katanya, dia mau jadi sopir kereta (masinis). Enggak mau jadi model. Tetapi, dia tampaknya juga mau menjadi tukang nari (penari). Dia suka sekali kalau ada kegiatan menari di sekolahnya. Arden boleh mau jadi apa saja. Laki-laki dan perempuan berhak memilih cita-cita yang sama. Kalau pun dia mau menjadi penari, ya sah sah saja. Itu pilihannya sendiri.

Baca juga : Anak yang Lahir dari Perbedaan

Ada baiknya mengenalkan cita-cita dari kecil, agar mimpi anak terbangun sejak kecil. Anak bisa menjadi apa saja nanti, seperti apa yang dialami orang tuanya. Ada anak yang ingin menjadi antropolog, model, masinis, atau cita-cita lainnya. Dukungan orang tua sebagai modal kepecayaan diri anak, bahwa semua impian bisa diraih.

Cita-cita apapun dari anak, jangan pernah menyanggahnya menjadi hal yang mustahil. Apapun bisa terjadi dan pasti ada jalan untuk menggapainya. Terus , memberikan dukungan untuk anak-anak agar bisa terus berkembang. Ketahuilah wahai ayah dan bunda, anda, adalah kekuatan mereka.

#mygenerationfilm #filmmygeneration

4 thoughts on “Kalau Aku Mau Menjadi Penari, boleh enggak?

  1. Wah…seru juga Arden mau jadi tukang nari. Penata tari atau koreografer keren juga tuh. Keponakan waktu kecil pernah bercita-cita jadi fireman (pemadam kebakaran). Hehe…bulan depan, Arden mau jadi apa yaa… 😀

    1. hehehe, wah ponakannya ok juga tuh. daya imajinasi anak-anak luar biasa. Kalau Arden memang sering naik kereta api. Jadi suka sekali melihat masinis.

  2. hahah, jangan banyak2 nanti cape. lucu ya Arden…
    setuju nih, tugas kita sebagai orangtua hanya mengarahkan saja, toh si anak yg akan menjalani sepanjang hidupnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *