Cerita Arden, Uncategorized

Hari Pertama di Sekolah Alam Indonesia Cuma Salat dan Berdoa

Arden mulai mencoba merasakan duduk di bangku Sekolah Alam Indonesia, cabang Sukabumi. Bagaimana tidak haru, rasanya baru kemarin malam melihat Arden dilahirkan dengan tatapan matanya yang besar dan tangisnya yang mengisi semua ruang klinik Dr. Sukardi Cianjur. Tapi hari ini kok udah mulai merasakan masuk SD.

Sebetulnya hari pertama ini, bukan masa sekolah sebenarnya. Arden harus melalui tahap yang disebut “sit in” alias ujicoba belajar di Sekolah Alam Indonesia. Tahapan “sit in” tersebut sebagai masa orientasi sekolah kepada siswa kelas 1 SD yang baru. Bukan diospek ya. Ospek itu cukup dirasakan oleh Ayahnya dari Jurusan Antropologi UNPAD pada jamannya. Eh inisiasi deng bukan ospek, tapi pake ditajong dan dititah push up.

Aku dan istri memasukkan Arden ke Sekolah Alam Indonesia dengan impian, si kecil batak ini merasakan nuansa berbeda dalam sekolah.

Baca juga : Mengajarkan Arden Tentang Identitas Berbeda

Sekolah Alam Indonesia cabang Indonesia ini Tentu Saja Berbeda

Waktu nganter Arden ke sekolah sebelum jam 8 teng, orang tua satu per satu mengantar. Kebanyakan naik sepeda motor. Ini sebagai pertanda kalau siswa datang dari daerah yang tidak dekat. Seperti Arden, rumah kami diperkirakan berjarak ke sekolah sekitar 7 km. Jadi Arden kudu di antar.

Orang tua yang datang ternyata rupa-rupa warnanya. Ibu-ibunya kebanyakan berjilbab. Tetapi para Ayah yang mengantar, dari yang berkopiah, berkuncir, bersendal, bersepatu boot, hingga besepatu baru. Ah jadi ingat lebaran ingat si bapak pakai sepatu baru.

Lalu bagaimana dengan anak-anaknya? Arden ya khaan kami siapkan dengan rapih, berbaju kemeja, celana jeans, dan bersapatu hitam. Lengkap dengan tas besar dipunggung. Pokoknya kudu rapih layaknya Anak sekolah pakai baju bebas.

Waktu melihat anak-anak berdatangan, tralalalaaa… Mereka datang pakai sendal rumahan, sendal sepatu, sepatu boot, adapula pakai sendal boboboy. Bajunya pun cuma pakai kaos doang. Ah ini sekolah keren amat sih. Tasnya, cukup diselempang saja. Kok ndak ada yang bawa tas besar ya.

Ketika siswa yang tak berseragam alias pakai baju rumahan berdatangan, guru menyambut dengan senyuman di pintu gerbang sekolah. Anak-anak bersalaman satu per satu. Guru menyapa satu per satu anak. Ada yang menanyakan kabar, nanya tugas kemarin, nanya robot, ada juga yang nanya kenapa bumi itu bulat? Tidak bung, bumi itu tidak datar.

Begitu halnya Arden, dia datang menyalami ibu guru dan bapak guru. Kata Arden, “tidak ada bapak guru Ayah, adanya ustadz.” Sekolah Alam Indonesia Cabang Sukabumi ini memang mengusung pendidikan formal dan non formal sekaligus. Materi pembelajaran menggabungkan pelajaran umum dan Agama Islam. Jadi Sekolahnya sudah lengkap pelajaran matematika, ipa, ips, belajar agama, dan materi madrasah lainnya.

Belajarnya itu di dalam kelas maupun luar kelas. Rincian sistem pembelajarannya bagaimana? Aku belum tahu, anaknya kan baru ujicoba belajarnya. Tapi Arden bahagia, karena belajarnya seperti bermain.

Baca juga : Waktunya 6 Tahun Berlalu, Selamat Ulang Tahun 

Tidak belajar, Tetapi Salat dan Doa

Hari Pertama Ikut Belajar Salat dan Doa Tetapi Serasa Bermain. Arden bercerita kalau dia tidak belajar. “Aku itu diajak salat sama teman. Abis itu berdoa. Enggak belajar.”

Ayah : Belajar Apa di sekolah alam?
Arden : Dunia dan seisinya?
Ayah : Wadowww…
Arden : Enggak yah, tadi belajar salat dan terus berdoa. Ayah kan jarang ngajarin Ade…

Katanya guru memimpin mereka untuk melakukan salat dan doa itu. Arden cukup gembira di hari pertama di sekolah, meski masih menjadi “anak bawang” alias ujicoba berlajar sama kakak kelasnya. Setidaknya dia tampak betah berada di sekolah.

Belum banyak yang bisa diceritakan dari ujicoba belajar di Sekolah Alam Indonesia. Tetapi dia siap untuk semangat datang sekolah esok harinya. Semoga menjadi tempat sekolah yang nyaman bagimu ya nak.

1 thought on “Hari Pertama di Sekolah Alam Indonesia Cuma Salat dan Berdoa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *