Damai itu Ada Di Surga

Mendongeng bersama Arden

Mendongeng, aku dan istriku mencoba membiasakan untuk banyak bercerita dengan Arden. Aku dan istri punya harapan besar, Arden kelak mampu menalar dengan baik. Untuk meraih harapan dan mengubahnya menjadi kenyataan, kami sering berbagi cerita untuk Arden. Persoalannya cerita yang diujarkan seringkali mendapat pertanyaan balik yang menjawabnya aja bikin garuk-garuk kepala. Kali ini Arden bertanya tentang surga.

Surga Torja

Ayah : Menurut kepercayaan orang Toraja, semakin tinggi jenazah diletakkaan, semakin cepat rohnya sampai ke surga.

Arden : Oh… Jadi kuburannya di atas gunung yang tadi ayah?

Ayah : Iya, biar dekat ke surga.

Arden : Surga itu apa ayah?

Ayah : Ehm, surga? surga itu… coba tanya ibu.

Arden : Surga itu apa ibu?

Ibu : Surga itu tempat yang damai.

Arden : Ohhh,  jadi kalau mau damai itu harus di surga???

Ayah: Y&^*$&*&#*(&*&# Hahahaha

Surga itu

Surga. Arden baru kali ini mendengar kata surga. Aku dan istriku tidak pernah bercerita tentang surga sebelumnya. Bahkan untuk perbuatannya kami tak pernah menjanjikan surga dan neraka. Yang kami ajarkan adalah, orang baik banyak teman dan orang jahat sedikit temannya. Tak ada janji dan surga untuk Arden. Sisi kerohanian memang belum dikenalkan untuk Arden. Biarlah, Arden membangun sisi kerohanian untuk dirinya kelak.