Arden Berkata, salatlah daripada kebakaran

Setelah Arden sekolah PAUD AlFitroh, ilmu agama mulau dikenalnya. Bukan ilmu fiqih dan aqidah gimana-gimana sih.  Arden mulai mengenal salat, doa, neraka dan surga. Mungkin, cerita dari ibu guru membuatnya penasaran dan beberapa kali melontarkan apa yang diperolehnya di sekolah kepada ayahnya. Yang menjadi masalah adalah kalau dia juga mendengar soal agama ini seperti praktik salat dari teman-temannya. Kebayangkan ketika anak mendengar dari temannya kalau tidak salat, rumahnya akan kebakaran di neraka.

Arden : Ayah, ayah...
  Ayah : ZZZZZzzzz (Tidur jadi bangun)
  Arden : Ayah, Ayah...
 Ayah : Zzzzzz (ganggu pisanlah)
 Arden : Tahu enggak, kata Igri itu ayah dan Ade itu harus rajin salat. Kalau enggak rumah kita kebakaran.
 Ayah : Ya ampuuun. Tapi ini enggak kebakaran.
 Arden : Nanti yah, kebakarnya.
 Ayah : Loh... nanti kapan?
 Arden : Di neraka!
 Ayah : Tobat Ya Alloh... Ampuni kami.
 Arden : Ih ayah mah... Malah berdoa. bukan salat.

Arden pasti horor banget soal cerita tidak salat ini. Perkaranya ayahnya memang jaaaraaaang sekali salat. Jangankan salat bangun pagi banget aja ogah kok. 🙂 Seorang  psikolog bernama Dini S. Budi, cara mengenalkan tentang ajaran agama adalah dengan menceritakan secara sederhana berkaitan pelajaran ketuhanan, seperti anak diajak berdoa sebelum melakukan kegiatan. Orang tua juga bisa mencontohkan dengan memberikan anak perlengkapan ibadah dan ajak mereka melakukan bersama. Anak akan melakukannya tanpa terpaksa kelas, dengan kesadaran sendiri.

Baca juga : Masjid Pinky : Laporan Lomba Mewarnai

Selain itu, anak akan merasa dekat dengan orang tua ketika mengajarkan tentang agama, misalnya mempersiapkan alat ibadahnya. Anak akan mencontoh perilaku kita. Ketika kecil, anak memiliki kemampuan yang terbatas tentang ketuhanan, maka orang tua dapat menuntunnya dan mengenalkannya secara perlahan. Ajarkan kebaikan-kebaikan dalam melakukan ibadah dan ritual lain dalam beragama.

Ketika sejak kecil mengenalkan Tuhan, setidaknya orang tua memberikan bibit spiritualitas untuk anak anak. Beribadah merupakan wujud rasa syukur dan ekspresi seorang manusia yang membutuhkan kedamaian dalam dirinya. Ketika anak dikenalkan beribadah, , anak-anak belajar mensyukuri nikmat-Nya. Ajarilah sejak kecil, agar dia terbiasa melakukannya dengan kesadaran dan sudah terbiasa beribadah ketika dewasa kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *