Arden, Aku Minta Maaf. Maaf-Memaafkan itu Gampang.

Yeye, teman Arden yang paling sering ke rumah datang. Bukannya memberi salam. Dia malah bilang, “aku mau minta maaf.” Aku tercengang. Diam seperti waktu berhenti ketika mereka saling bersalaman. Arden gayanya sudah kayak orang gede. “Iya, aku maafin,” katanya menutup adegan meminta maaf dan dimaafkan tersebut. Muka Yeye yang kata Arden nama aslinya Ahmad langsung sumringah.

Suatu kali Arden berkata, “Harus baik sama Yeye, dia anak yatim.” Terperangah juga mendengarnya. “Anak yatim itu apa?” Lalu dia menjawab, “kata ibu, kalau bapaknya sudah enggak ada, itu namanya anak yatim. Bapak Yeye sudah enggak ada. Kalau aku kan masih ada.” Kemudian, kutanya siapa bapaknya. “Siapa coba?” sambil mau ketawa. “Bapak aku ya Ayah, emangnya aku boleh punya bapak lain?” Dasar anak kecil, ngomong seenaknya, menggerutu dalam hati.

Soal memaafkan tadi. Dua anak kecil tadi kok gampang banget ya memaafkan. Sementara aku, sambil tunjuk jari ke muka. Kalau sudah enggak suka, ya dadah babaiii. Manusiawi toh punya rasa marah dan tidak memaafkan.

Selepas muka Yeye cerah tadi. Arden menyilahkan Yeye masuk. “Ayo masuk, kita main kereta api aja,” lalu mereka main berdua dan menganggap aku tak ada. 10 menit kemudian jadi main bertiga, karena Atan datang, teman Arden yang umurnya 2,5 tahun dan ngomong belum lancar. Tetapi main di rumah melulu.

Aku belum sempat bertanya, Arden punya persoalan apa sama Yeye. Jangan-jangan…. Ada mainan yang rusak. Kan sudah entah berapa mainan yang rusak di tangan teman-teman Arden. Waktu ingat mau nanya sama arden, tadi kok Yeye minta maaf. Arden yang sambil pegang hape dan ngegame diam saja. Sial pikirku. Anak ini sudah tak mau menjawab pertanyaanku.

Ternyata tidak. Dia terlelap. Terlelap setelah Yeye pulang sekitar 1 jam yang lalu. Jadilah maaf-memaafkan tadi menjadi misteri yang belum terpecahkan. Cuma ya nilai dari adegan itu, minta maaf itu gampang. Tinggal sodorkan tangan, dan bilang, “aku minta maaf ya.” Tapi kalau aku disuruh begitu ya, “Maaf ya, lebaran masih lama keles.”

6 thoughts on “Arden, Aku Minta Maaf. Maaf-Memaafkan itu Gampang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *