Cerita Arden

Tapi kan Ayah, Katanya Anak Nakal Masuk Neraka

Ketika pulang bermain dari madrasah, Arden langsung mengadukan perihal temannya yang galak alias anak nakal. Kalau sudah begini, Arden pasti bercerita tentang ketidaksukaan dirinya atas sikap temannya. Ayah memang sudah mewajibkan Arden untuk bercerita apa saja yang dilakukannnya di luar rumah.

Bukan demi apa-apa biar Ayah tahu saja dia ngapain dan kemana saja ketika bermain di luar rumah. Ayah penting sekali tahu apa yang terjadi di luar sana, agar mengerti perilaku temannya juga. Dari obrolan dengan anak, saya jadi tahu apakah si anak pernah dibully atau malah sebagai pelaku kenakalan terhadap temannya.

Arden : Ayah tadi teman aku si Mikel (nama samaran) galak ya. Mau marahi aku.
Ayah : Ya marahin balik aja. Kalau enggak sanggup marah diam aja. Terus pulang ke rumah. Main di rumah.
Arden : Iya ya yah. Anak nakal masuk neraka kan ya yah...
Ayah : Ah kata siapa. Belum tentu. Ayah nakal kok dulu. Enggak masuk neraka sampai sekarang juga.
Arden : Iya yah nanti masuknya kalau...
Ayah : Kalau orang nakal masuk surga gimana, hayo...
Arden : Emang bisa ya.
Ayah : Mana ayah tahu. Cuma gini ya Arden, anak nakal itu bukan harus masuk neraka. Anak nakal itu tidak punya teman. Anak nakal itul tidak disukai sama teman-temannya. 
Arden : Kalau yang masuk neraka siapa dong yah...
Ayah : Mana Ayah tahu... Kamu masih lima tahun. Kamu baik-baik aja sama teman-teman. Jangan pukul dan jangan suka marah sama si Jordan, Muhammad, Munkar, Nakir (bukan nama sebenarnya). Semua harus dikawani ya...
Arden : Iya Ayah... Tapi yah minta uang dong dua rebu. Ade mau jajan...
Ayah : Nah kalau minta uang terus bisa masuk neraka. Bikin Ayah kehabisan uang masuk neraka tah...
Arden : Biarin we Ayah. Orang pelit mah kuburannya sempit kata si Ibrahim juga (bukan nama sebenarnya).

Cerita menarik lainnya : Ayah Aja yang Jadi Sapi Hasmilk

Menjelaskan tentang Anak Nakal Masuk Neraka Kepada Anak Kecil itu Rumit

Melukis di dinding bukan anak nakal
Melukis di dinding bukan anak nakal

Tetapi acapkali kenalakan teman yang dirasakan anak ternyata harus berbalas neraka. Kalau sudah begini harus dijelaskan dampak langsung kalau nakal ya akan dijauhi teman-teman. Tidak ada yang mau berteman lagi sama si anak. Perkara surga dan neraka kan jauh banget dari pikiran anak usia lima tahun.

Selain itu, anak belum tentu juga mengerti apa sih neraka itu. Kalau cuma dipikirnya tempat orang nakal semata. Yaaa, gawat juga semua teman-temannya bakal dilabeli penghuni neraka oleh si anak. Ya cara paling baiknya menurut saya sebagai Ayah menjelaskan hal paling logis kalau nakal terhadap teman.

Perkaranya, soal surga dan neraka ini tidak diperoleh dari orang tua saja. Bapak dan Ibu guru di sekolah berjasa besar mengenalkan tentang neraka bagi anak nakal ini.  Apalagi Arden sangat mendengarkan perkataan ibu guru. Masalahnya kan, si Arden belum mengerti konsep surga dan neraka.

Cerita menarik lainnya : Arden, Menangislah Karena Kamu Manusia

Anak tidak hanya belajar tentang baik dan buruk dari rumah saja. Tetapi mengenalnya juga dari sekolah. Dari penjelasan ibu guru, anak dapat memahami temannya yang nakal.

Hingga, akhirnya mengetahui siapa yang layak menjadi teman dan siapa yang harus dijauhi. Masalahnya, mengaitkan kenakalan anak dengan neraka itu perlu diberi pemahaman juga.

7 thoughts on “Tapi kan Ayah, Katanya Anak Nakal Masuk Neraka

  1. Lucu juga ngomong sama anak kecil, tapi kudu berhati-hati juga…
    Biar yang menghitung dosa malaikat saja, tugas kita di dunia adalah berbuat baik, kalo bilang gitu, Arden mau nerima apa enggak ya…

    1. mungkin untuk sekarang kalau nanya surga, neraka, malaikat, dll tidak dijelaskan dulu. Belum nangkep juga dia maksudnya obrolan ayah dan emaknya.

  2. aku pun gak pernah ngajarin kalau anak yang nakal dan suka mengganggu akan masuk neraka, berat euyy neranginnya, apalagi masih usia 5 tahun. Dulu Shidqi anakku juga seperti itu, ngadu gak berani melawan, aku bilang lain kali kalau ada yang begitu jangan takut untuk berani bicara apa sebabnya, bisa jadi dia cuma mau meledek tapi caranya norak.. ehe.

  3. memang sebaiknya jangan melabeli anak nakal dengan masuk neraka, selama bukan melawan ortu, mabok dan membunuh, itu pun masih bisa bertaubat (beuuhh berat nih bahasannya, haha). Aku pun suka bilang ke anak-anak, mereka yg nakal belum tentu nakal, bisa jadi caranya aja berbeda dan agresif, jadi seperti nakal.

  4. Dari awal, aku udh bilang ama suami, kalo kita mendidik anak, jgn pake cara ditakuti ato diboongin. Dibilang masuk neraka kalo nakal lah, ato dijanjiin sesuatu, tp kemudian ga ditepati.. Aku paling anti cara begitu. Karena takutnya ntr anak2 malah jd penakut, ato parahnya mereka meniru yg dilakuin ortunya. Ortunya ingkar janji, mereka bakal pikir, bener2 aja kalo mengingkari janji ke org kain.

    Makanya aku juga slalu ngajarin yg benernya mas, disesuaikan ama daya tangkapnya juga, jd anaknya bisa ngerti, dan ga bingung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *