6 Februari Menikahinya, 6 Tahun yang Lalu

Hari ini 6 tahun yang lalu, aku menjemput kedatangan kedua orang tua bersama Tulang ke Bandara di Bandung. Waktu menunggu tulang untuk menjemput mamak dan ayah dari Medan. Aku masih ingat ketemu Ima teman kuliah. “Loh bukannya mau nikah besok, kok lo disini?” Aku nyengir. “Ayah dan ibuku akan datang hari ini dan kami mau menjemputnya,” jawabku ringkas. Ima teman baik di kuliah mengucapkan selamat atas atas rencana pernikahan kami. Aku dan Fey menikah 6 Februari 2011. Ya, aku tidak begitu terlibat dalam rencana pernikahan, karena semua diurus oleh keluarga dari pihak Fey. 6 tahun kemudian, esok hari 6 Februari 2017, kami akan merayakan hari pernikahan. Hari ulang tahun pernikahan ke 6 kalinya.

Aku tulis ini saat Fey duduk menyampingi diriku, tetapi ia tidak tahu karena sedang asik membaca cerita korea di handphonenya. Tanggal 5 Februari ini, Arden juga senang asik tidur-tiduran di sampingku. Ia tidak tahu juga aku sedang menulis ini. Lagian percuma kalau pun tahu, Arden kan belum bisa membaca.

Kutulis ini untuk Fey, dialah istriku. Fey, Selamat hari pernikahan ke-6 ya. Waktu berjalan lambat menurutku, ya lambat buatku yang terlalu sering di rumah. Kalau dibilang cepat ya enggak toh, 6 tahun itu tidaklah cepat. Fey istriku yang baik hatinya, terima kasih atas hari-hari yang cerah, meski kelabu lebih sering menghampiri kita. Terima kasih untuk hari yang menyenangkan, meski keluh kesah tentu tidak sedikit merajai hari yang kita lewati.

Saat ini, kau bersama suami yang terlalu sering di rumah dan bersama seorang Arden yang sering hip hip hore. Tak jarang, tangis Arden lebih meriah dibandingkan hidup yang kau jalani. Pasti lelah menjadi ibu dan bersama suami seperti diriku yang jarang mandi apalagi lupa gosok gigi. Tolong yang baca ini jangan jijiik, ini kiasan belaka. Kalau pun benar biarlah menjadi bagian hari kebahagiaan kami dalam masa ulang tahun pernikahan ke enam ini.

Fey, harapanku mungkin berbeda dengan harapanmu, tetapi aku mau tulis harapanku di blog ini ya. Harapanku semoga tahun depan akan ulang tahun pernikahan lagi. Kita sudah hidup di Bandung. Arden rajin sekolah kalau sudah SD, bolos sering pun tak apa. Selain itu, aku juga berharap keuangan kita lebih stabil. Sehingga bisa beli motor, ajukan KPR, ada uang buat belanja ke Indomaret untuk Arden, dan aku ingin sekal punya laptop baru lagi. Kan handphone baru beli kemarin.

Semoga ya hidup keluarga kecil kita ini penuh kebahagiaan. Saat in, aku tak ingin Arden punya Ade lagi. Biarlah seperti ini. Kalau pun akhrnya punya Ade, aku ingin memberinya nama sederhana saja dan tidak panjang seperti nama Arden. Karena aku pun sulit menghafal nama arden. Selamat ulang tahun pernikahan. Aku mencintaimu sepenuh hatiku. Meski hidup bersamaku tidaklah mudah dan belum pernah liburan ke pantai apalagi ke luar negeri.

 

 

 

 

12 thoughts on “6 Februari Menikahinya, 6 Tahun yang Lalu

  1. Waaaahhh ternyata sudah enam tahun berlalu sejak aku menghadiri pesta pernikahan Ayah dan Ibu Arden!

    Sampai jumpa di pesta yang lainnya ya.. :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *