Cerita Ayah, Uncategorized

Kami Anak Malaysia, Kami Sudah Merdeka : Menariknya Upin dan Ipin

Arden senang sekali menonton Upin dan Ipin beberapa bulan terakhir. Film Thomas and Friends dan Cars sudah berlalu. Ia hanya fokus dengan film Upin dan Ipin. Kalau buka youtube pun, ia segera membuka film Upin Ipin. Salah satu episode yang senang ditontonnya adalah seri hari kemerdekaan Malaysia di youtube lengkap dengan nyanyian penuh kegembiraan.

Arden pun turut menyanyikan dengan riang. “Kami anak Malaysia, Kami Cintakan Negara,” dari Film Upin dan Ipin. Dari video klip dan musiknya tampak menarik buat anak sekecil Arden. Setelah menonton Arden pun bertanya apa itu Kemerdekaan.

Arden : Ayah bagus ih lagu kemerdekaan Upin Ipin
Ayah : ho. Nyanyi atuh kalo bagus.
Arden : Kemerdekaan teh apa?
Ayah : hm… (tiktuktiktuk mikir lagi)
Arden : Katanya bebas dari Inggris.
Ayah : Ya itu bebas dari Inggris.
Arden : inggris itu apa?
Ayah : Negara gitu kayak Indonesia…
Arden : oh… (lalu pergi) dan nyanyi… Kamiii  Anak Malaysia…

Kami anak Malaysia sudah merdeka

Gambar Upin dan Ipin dari http://lescopaque.com

Ia sudah menghafal lagunya, aku sih lucu mendengar Arden menyanyi begitu. Tetapi dibalik rasa lucu itu, Arden menyebutkan “kami anak Malaysia sudah merdeka.” Ya salam Upin dan Ipin kartun dari negeri jiran ini telah berhasil membuat anakku menjadi anak Malaysia. Arden adalah anak Malaysia. Catatan, Arden juga mengerti kalau dia tinggal di Negara Indonesia.

Kelucuan ini tentu bisa diambil hikmahnya, kalau film kartun Malaysia lebih mengena di hati anak sekecil Arden. Kartun Upin-Ipin yang adegannya penuh keceriaan dan banyak kejadian seru sehari hari di dalamnya. Jangankan adegan menyanyi dan lagu kemerdekaan tadi, logat khas melayunya pun bisa ditiru sama Arden. “Ayah, nak minum. Betul-betul-betul,” katanya suatu kali bicara seperti Upin dan Ipin.

Sebagai orang yang berlogat melayu dari tanah Deli alias dari kota Medan sih aku senang diajak bicara begitu. Keluarga di Medan berbicara dengan logat Melayu yang khas. Tetapi kalau gara-gara Upin-Ipin anakku jadi anak Malaysia? Mau jadi apa nasibnya sebagai generasi penerus Indonesia.

Film kartun Upin Ipin jelas-jelas berhasil mempengaruhi Arden. Kalau sudah begini. Nak jadi anak Malaysia lah budak nih.

Syukurnya belakangan ini, pembuat film animasi mulai unjuk gigi. Ada Film si Zuki. Dedy Corbuzier juga menggarap film animasi berjudul Knight Kris. Kalau dipikir-pikir ya, orang Indonesia mah mampu bikin film animasi. Ya tinggal dibuat filmnya menarik. Apalagi kalau dibuat animasi serial di televisi. Oh iya, Ada sih film Sopo Jarwo, tetapi kok kayaknya kurang mengenanya bagi dunia anak. Tidak seperti Upin-Upin gitu loh khas kehidupan dunia anak. Betul, betul, betul…

2 thoughts on “Kami Anak Malaysia, Kami Sudah Merdeka : Menariknya Upin dan Ipin

  1. Saya aja yang orang dewasa, juga suka sama Upin Ipin. Hahaha …

    Sopo Jarwo saya juga suka

    Dua-duanya punya pesan yang bagus. Tentang keberagaman , kebersamaan dan cinta negara. Buat saya, daripada melihat hiruk pikuk politik sekarang. Mending nonton dua film itu. Lebih banyak pembelajarannya

  2. Serial Upin-Ipin memang menarik. Banyak banget kesamaan mereka dengan bangsa kita apalagi permainan masa kecil-nya, mirip. Saya malahan lebih suka Upin-Ipin ketimbang Sopo Jarwo, soalnya Bang Jarwo orangnya nyebelin hahahahaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *