Cerita Arden

Senangnya Anak Membeli Jajan di Pasar

Arden pasti senang ikut berbelanja sama ibu, karena bisa jajan di pasar. Apalagi banyak warung yang bisa menjadi pilihannya memilih jajanan. Pagi-pagi, suara ibu terdengar sayu sekali,”Yah, kita pergi ke pasar ya.” Aku tak sempat membalas masih merasa dalam mimpi. Rupanya benar, ibu dan Arden pergi ke pasar hari minggu pas perayaan hari kesaktian pancasila. 

Arden Sukses Membeli Jajanan di Pasar

Anak senang Jajan Di Pasar
Anak senang Jajan Di Pasar

Benar saja, Arden ternyata sukses membuat ibu masuk warung grosiran di pasar membeli jajan rencengan seperti ini. Ini pasti bikin kesel ibunya. Kalau soal pergi ke pasar, Arden memang sudah sering ikut bersama ibu. Sebelum pergi, ia biasa diingatkan untuk tidak rewel dan meminta banyak jajan. Tetapi ya namanya anak-anak, ketika sudah sampai, matanya akan mengarah ke warung dan memaksa ibu untuk jajan.

Ayah : Aduh kamu ya jajan kok banyak amat
 Arden : Atuh ayah. Biar makanan Ade banyak
 Ibu : Huuu... dibawa masuk ke grosir makanan coba.
 Ayah : Haha... Udah kayak belanja warungan aja atuh.
 Arden : Jajannya kan jadi enggak bolak balik yah.
 Ayah : Tapi kan enggak mesti jajan sekali banyak juga.
 Ibu : Dia udah janji ga jajan seminggu
 Arden : Iya bu (takut dimarahin)
 Ayah : Ya atuh udah banyak jajan kamu mah. Yang dari indomaret kan masih ada.
 Arden : Oh iya Ade lupa, yah
 Ayah : Lupaaaa.... Lupakan jajan lama, biar jajan lagi
 Ibu : Ingat ya ga jajan seminggu.
 Arden : Iya bu. Ga jajan lagi.
 Ayah : Dua rebu ga boleh minta ke ayah dong
 Arden : Tapi yah, kalo jajan ke indomaret boleh kan?
 Ayah : Yeee sama aja jajan atuh...
 Ibu : Enggak boleh Ade
 Arden : Atuh kan beda warung grosir sama indomaret. Jangan pelit atuh Ayah sama Ibu sama anak teh...
 Ibu : Erghhhh...
 Ayah : Mending Ade main sama Igri. Coba cari ke rumahnya...
 Arden : oh iya...(tahu dikasih kode biar enggak kena marah)

Untuk melarang Arden tidak jajan sama sekali sangat sulit. Arden sudah mengenal jajan dari teman-temannya. Kalau dia ikut ke pasar, sudah pasti akan membawa pulang jajanan. Sehari-hari pun, Arden sering jajan. Dia sudah mengenal uang.

Ayah dan Ibu Harus Memperhatikan Jajanan Anaknya

Hal yang penting dari jajan adalah Ayah harus terus memperhatikan apa yang dibelinya. Kalau dia membeli makanan tidak sehat, Arden harus segera diingatkan. Cara ini biasanya ampuh untuk membuat dia mengerti kalau tidak semua jajanan bisa dikonsumsi. Lama-kelamaan, anak bisa memilih dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dibeli.

Baca Juga : Tiga Pertimbangan Ibu Agar Memasak Tetap Sehat di Dapur Rumah

Arden sudah diajarkan juga kalau harus membeli makanan yang bersih. Kalau kira-kira tidak bersih, makanan tidak boleh dibeli. Masalahnya banyak jajanan yang mungkin tidak terkontrol oleh orang tua. Seperti jajanan di sekolah madrasah dengan rumah, pedagang menjual aneka ragam makanan yang mugkin tidak sehat. Apalagi dibuat dengan tangan tidak dicuci dan pedagangnya sering merokok. Kalau sudah begitu ya lagi-lagi harus memberi tahu Arden, jangan membeli makanan dari pedagang yang kotor dan merokok.

Ketika Jajan di pasar sih cenderung lebih aman, karena ibu yang membantu untuk memilih apa yang mau di beli oleh anaknya. Kalau dianggap tidak layak dibeli, ya biasanya Arden dilarang. Walau Arden menangis sekalipun, maknan yang dianggap tidak layak dikonsumsi tidak akan dibeli oleh obunya. Orang tua harus memperhatikan jajanan demi kesehatan anak-anaknya. Orang tua bisa memperhatikan dari bahan jajanan, kandungannya sudah aman atau tidak bagi anak. Jangan sampai membeli makanan yang tidak jelas label dan isi kandungan makanannya.

6 thoughts on “Senangnya Anak Membeli Jajan di Pasar

  1. Anak2ku blm tau jajan hehe. Mereka makan yg aku kasi aja 😀
    Sbnrnya kapan ya waktu yg tepat mengenalkan konsep uang?
    Anakku taunya uang itu buat beli rumah atau jalan2 ke jepang, krn emaknya klo ngomel selalu ada ucapan: “Jangan dinyalain lagi lampunya, hemat listrik, ntr uangnya ditabung, buat beli rumah” atau “buat jalan2 ke Jepang” hahaha

    1. Saya percaya anak punya tahapan berbeda pengenalan terhadap sesuatu, misalnya mengenal uang. Semua tergantung orang tua dan lingkungannya. Kalau ditempat saya kebetulan banyak anak-anak jajan, jadi kami biarkan Arden mengenal kondisi dan menyesuaikan sesuai lingkungan tempat tinggal. Kalau teman jajan, dia pun pasti meminta jajan. Asalkan tahu apa yang akan dibelinya, biar aman dari segi kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *