Tips Bermedsos Ala KPAI untuk Menghindari Perceraian

Media sosial, siapa sih yang tidak punya? Dari Facebook, Instagram, Twitter, Path, pokoknya banyak lagi. Coba deh cek handphone anda, medsos apa saja yang terinstall disana, bisa jadi lebih dari satu. KPAI baru-baru ini mengabarkan kabar tak baik soal kebiasaan bermedsos dan cukup memprihatinkan, yaitu sebagai penyebab meningkatnya angka perceraian.

Dari Data data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung, jumlah perceraian mencapai 19.9 persen pada tahun 2016, Terus naik-naik ke puncak gunung setiap tahun, jika dibandingkan tahun 2015, mencapai sekitar 15 persen. Cerai gara-gara medsos? Ini memprihatinkan. Wakil ketua KPAI mengingatkan, “media sosial itu selayaknya digunakan dengan bijak.” Jangan sampai bercerai gara-gara medsos ya, ayah dan ibu yang baik.

good to know

Ada hal yang perlu diperhatikan menurut KPAI mengenai pernikahan versus bermedsos . Apa sajakah itu? Yuk Simak penjelasan di bawah ini.

Menjaga Komitmen Pernikahan

Wahai Ayah dan Ibu yang telah memutuskan Bersama sehidup semati, jagalah komitmen pernikahan demi keutuhan keluraga. Angka perceraian yang naik menunjukkan, medsos dapat menganggu komunikasi langsung antara suami istri.Ingatlah waktu ketika pertama kali mengajak pasangan anda menikah, memegang tangannya, dan bilang, “maukah kau menikah denganku?”

Baca juga : Anak Korban Kekerasan, Laporkan ke KPAI

Berkomunikasi Langsung, Please

Tolonglah menjaga komunikasi langsung. Media sosial memang menjadi media penghubung yang sangat diandalkan saat ini, tetapi tidak bisa menggantikan komunikasi langsung sesama pasangan. Pasangan suami istri bisa berbicara dengan waktu yang lebih banyak. Janganlah ngobrol dengan pasangan sambil pegang handphone, dengarkan apa yang dibicarakan oleh istri atau suami. Komunikasi langsung bisa belajar tentang empati, menjelaskan banyak hal, dan bisa menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

Mengertilah Perasaan Pasangan

Media sosial bisa membuat kesalahan persepsi, misalnya dari status di medsos. Tidak jarangkan, medsos malah menjadi tempat “sampah” alias wadah penampung amarah penggunanya. Oleh karena itu, wahai ayah dan ibu, jagalah perasaan pasangan dan tahan jari anda ketika bermedsos. Pikirkan baik-baik apa yang hendak ditulis di medsos anda. Ketahuilah, selain pasangan anda, orang lain juga menjadi mengetahui masalah keluarga anda di medsos. Sekali lagi, meniliskan status dan berkomentar itu bisa menjadi sumber masalah.

Media sosial dapat menolong berkomunikasi cepat, tetapi bisa menjadi sumber masalah antara pasangan. Komitmen dalam pernikahan, menjaga perasaan pasangan, dan berkomunikasi langsung dapat menjaga hubungan suami-istri.

Lalu-lalu, ada hal yang dikorbankan dalam perceraian, yaitu anak yang lahir dari kehidupan berkeluarga. Bagi ayah dan ibunya, perceraian dapat menyelesaikan masalah. Tetapi, tanpa memperhatikan nasib anak. Anak-anak menjadi pertimbangan sangattttt penting. Sayang sekali kan, kalau perceraian terjadi karena medsos. Cinta pupus dan anak menjadi korban perselisihan dari kedua orang tua.

 

 

 

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *