Arden Membeli Permen Narkoba

Saat matahari sedang sedih-sedihnya, Arden pulang membawa jajanan. rupanya uang Rp2.000 telah berganti permen. Arden sendiri kayaknya belum ngerti mana permen apa yang dibelinya. Yang penting manis dan nyam-nyam dimulut ya syudah. Perkara dimulai kalau Arden ketahuan makan permen murahan yang menurut ibunya enggak boleh dimakan. Hal yang aneh hari ini waktu membawa permen pulang, dia malah ngomongin permen narkoba.

Arden : Ayahhh ade beli permeeennn
Ayah : beli permen apa?
Arden : Permen ini yah (bisik-bisik jangan ketahuan ibu)
Ayah : Permen apa itu Arden…
Ibu : Beli permen murahan kamu yaaa
Arden : Enggak ibu… ( Permen disumputin ke belakang)
Arden : Enggak ibu enggak permen narkoba…
Ayah : ( Mau ketawa) kamu beli permen narkoba dimana?
Arden : Bukan ayah bukan permen narkoba
Ibu : Coba ibu lihat…
Arden : Harganya seribuan bu. Bukan narkoba…
Ayah : Emang permen narkoba yang gimana…
Arden : Permen yang murah tea atuh ayah, serebu ge dapat sapuluh.
Ayah : Hiii… itu sih permen murahan, bukan narkoba
Arden : Tuh kan ibu, bukan permen narkoba…
Ibu : Jangan beli permen kayak gini lagi… enggak sehat.
Arden : Iya, Ade tahu permen narkoba ga sehat.

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *