Ganteng Harus Maksimal, Nak

Aku ingin anakku menjadi model. Tetapi sayangnya dia masih ingin menjadi masinis. Arden belum mengubah pendiriannya soal cita-cita. Ya tau deh yang sering bolak balik naik kereta Cianjur-Sukabumi. Kalau ngomongin masinis kayak yang udah ngerti banget. “Tahu enggak ya, masinis pinter markirin kereta,” katanya suatu kali. Ya iyalah, udah ada jalur keretanya.

 

 

Meski Arden enggak mau menjadi model, tetapi padu padan pakaian adalah hobi ayah ibu biar wahai Arden tetap ganteng maksimal. Seganteng aku, ayahmu. Kau harus ganteng dari kecil. Agar kau punya selera berpakaian yang bagus hingga besar. Kalau perlu, kau kenakan saja itu baju baru setiap hari.  Biar kegantengan menyatu dalam dirimu.

Baca juga : Enggak Mau Jadi Model

Sabtu siang, mumpung semuanya libur. Arden libur sekolah. Ibu tidak ada kegiatan pendampingan. Ayah yang memang belum ada jadwal kerjaan baru. Semua dengan satu pendapat berniat pergi ke kota, pergi ke mall untuk membeli pakaian baru. Sejujurnya, ibu dan ayah paling senang bagian membeli pakaian, heboh berdua memilih pakaian untuk Arden. Arden tentu ikut memilih pakaiannya sendiri dan olalala, ada kaos syantik dengan desain Papa Smurf yang gambarnya oke punya. “Bagus ya yah,” kata istriku. Sedangkan Arden, dia udah enggak sabar, enggak sabar ke arena permainan. Ayah dan ibu tentu saja sibuk membayangkan anak semata wayang bakal ganteng banget mengenakan kaos Papa Smurf.

Read more

Anak Korban Kekerasan, Laporkan ke KPAI

Baru kemarin, seorang teman dari sabumi volunteer menanyakan bagaimana cara pengaduan kasus anak yang ditelantarkan orang tua ke KPAI. Kabar kondisi anaknya ada di link berikut ini Ahmad Sofyan Korban Penelantaran Anak (sabumiku.com). Saya tentu saja bingung, bagaimana ya caranya mengadu ke KPAI? Sedangkan apa itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), saya tidak tahu. Yang jelas sering banget mendengar tentang KPAI dari berbagai media ketika ada kasus terkait dengan kekerasan anak.

Read more

Kalau Aku Mau Menjadi Penari, boleh enggak?

Tentang cita-cita, Arden sudah biasa diajak ngobrol mau menjadi apa dia besar nanti. Ayah dan ibu sudah pernah bercerita tentang begitu banyaknya pekerjaan di dunia ini. Arden mulai mengerti beberapa pekerjaan, apalagi dia pernah melihatnya, seperti sopir kereta (masinis), ibu guru, penari, dan model.

Ayah : Sebenarnya kamu mau jadi apa sih, Ade?
Arden : Mau jadi sopir kereta.
Ayah : Kalau cita-cita yang lain? Jadi model gitu, biar foto-foto bagus?
Arden : Ayah mah, kan foto juga tiap hari foto-foto. Kalau jadi tukang nari (maksudnya:penari) gimana?
Ayah : Itu bagus juga. Pas samen (perpisahan sekolah), kamu bisa menari.
Arden: Tapi kayak cewek ya yah, nari-nari gitu…
Ayah : Ihhhh kata siapa. Banyak penari cowok. Besok deh lihat di Youtube.
Arden : Kirain teh cewek doang boleh jadi tukang nari. Jadi boleh ya yah?
Ayah : Boleh dong den. Nanti kalau sudah besar, Ade tahu kok mau jadi apa. Boleh mau jadi apa saja. Mau jadi pelukis, penulis, model, antropolog, penari, sopir kereta, apa aja boleh. Asal kamu senang.
Arden : Atuh ayah jangan banyak-banyak. Nanti Ade cape.

Beberapa kali ngobrol tentang cita-cita dengan Arden. Katanya, dia mau jadi sopir kereta (masinis). Enggak mau jadi model. Tetapi, dia tampaknya juga mau menjadi tukang nari (penari). Dia suka sekali kalau ada kegiatan menari di sekolahnya. Arden boleh mau jadi apa saja. Laki-laki dan perempuan berhak memilih cita-cita yang sama. Kalau pun dia mau menjadi penari, ya sah sah saja. Itu pilihannya sendiri.

Baca juga : Anak yang Lahir dari Perbedaan

Ada baiknya mengenalkan cita-cita dari kecil, agar mimpi anak terbangun sejak kecil. Anak bisa menjadi apa saja nanti, seperti apa yang dialami orang tuanya. Ada anak yang ingin menjadi antropolog, model, masinis, atau cita-cita lainnya. Dukungan orang tua sebagai modal kepecayaan diri anak, bahwa semua impian bisa diraih.

Cita-cita apapun dari anak, jangan pernah menyanggahnya menjadi hal yang mustahil. Apapun bisa terjadi dan pasti ada jalan untuk menggapainya. Terus , memberikan dukungan untuk anak-anak agar bisa terus berkembang. Ketahuilah wahai ayah dan bunda, anda, adalah kekuatan mereka.

#mygenerationfilm #filmmygeneration

Enam Macam yang Kau Perlu Tahu Kalau ke Kota Medan

Apa kau sudah pernah ke Kota Medan. Apa pula bayanganmu tentang Kota itu. Jangan-jangan kau kiranya Medan itu isinya Cuma orang batak saja. Biar kau tahu ya, Kota Medan itu menjadi Kota ke tiga paling besar di Indonesia setelah Surabaya. Jadi pengen tahu aku kayak mana besarnya kota Surabaya itu. Kota Medan dikenal pula menjadi tempat asal muasal kerajaan Deli. Tetapi, bukan Cuma itu sajanya yang harus kau tahu soal kota Medan. Mari Simak penjelasan di bawah ini.

Read more

Tertawa Melihat Arden Berpakaian Berbunga

Disadari atau tidak, orang tua mengenalkan pembeda kepada anak sejak dia mulai dilahirkan, contohnya saja tentang cara berpakaian. Lama-kelamaan anak pun mencoba untu mengerti kalau pakaian antara laki-laki dan perempuan tidak boleh sama. Perempuan harus berpakaian dengan pola dan corak pakaian perempuan. Misalnya, laki-laki tidak boleh memakai celana dengan corak bunga. Itu perempuan, anak lelaki itu bisa saja disebut seperti banci oleh teman-temannya dan mungkin para tetangga.

Suatu hari, Arden memakai celana berbunga-bunga. Celana itu bagus sekali dan sangat pas untuk dipakai Arden. Lantas temannya melihatnya, anak itu seumuran Arden. Teman Arden terbahak-bahak menunjuk celana Arden, sedangkan Arden bingung merasa tidak ada yang salah dengan pakaiannya.

Read more

Arden Membeli Permen Narkoba

Saat matahari sedang sedih-sedihnya, Arden pulang membawa jajanan. rupanya uang Rp2.000 telah berganti permen. Arden sendiri kayaknya belum ngerti mana permen apa yang dibelinya. Yang penting manis dan nyam-nyam dimulut ya syudah. Perkara dimulai kalau Arden ketahuan makan permen murahan yang menurut ibunya enggak boleh dimakan. Hal yang aneh hari ini waktu membawa permen pulang, dia malah ngomongin permen narkoba.

Arden : Ayahhh ade beli permeeennn
Ayah : beli permen apa?
Arden : Permen ini yah (bisik-bisik jangan ketahuan ibu)
Ayah : Permen apa itu Arden…
Ibu : Beli permen murahan kamu yaaa
Arden : Enggak ibu… ( Permen disumputin ke belakang)
Arden : Enggak ibu enggak permen narkoba…
Ayah : ( Mau ketawa) kamu beli permen narkoba dimana?
Arden : Bukan ayah bukan permen narkoba
Ibu : Coba ibu lihat…
Arden : Harganya seribuan bu. Bukan narkoba…
Ayah : Emang permen narkoba yang gimana…
Arden : Permen yang murah tea atuh ayah, serebu ge dapat sapuluh.
Ayah : Hiii… itu sih permen murahan, bukan narkoba
Arden : Tuh kan ibu, bukan permen narkoba…
Ibu : Jangan beli permen kayak gini lagi… enggak sehat.
Arden : Iya, Ade tahu permen narkoba ga sehat.

Ke Makassar, Jangan Lupa Datang Ke Benteng Fort Rotterdam

Bulan Juli lalu, kesempatan emas datang, aku berkunjung ke Makassar lagi. Kalau biasanya, jalan-jalannya kuliner dan nongkrong di pinggir Losari, Kali ini seorang teman merekomendasikan melihat Benteng Fort Rotterdam, “Masa ke Makassar enggak pernah ke sana.” Karena enggak pernah ngeh apa istimewanya benteng ini, jadilah cari-cari informasi di internet bagaimana biar bisa sampai ke sana. Cek demi cek, lokasinya  Jalan Ujung Pandang No.02, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jaraknya ternyata 19,2 km dari bandara, atau memakan waktu 25 menit menuju ke sana.

Read more

TERI KECE : Tidak Dijual pun, Ada Saja yang Memesan

 
“Teri ada yang pesan yah,” pesan whatsApp Fey dari tempat kerjaannya. “Pesan tiga toples yah,” kiriman whatsApp berikutnya. “Ya sudah bikin saja.” Sudah dari tahun 2016 kami membuat teri ini, kami bikin labelnya Teri Kece. Jualnya ya semaunya, kadang ada yang pesan kadang tidak. Pernah mengecewakan orang, sering pula banyak yang pesan lagi.
 
Belakangan, ketika suami-istri memiliki pekerjaan sendiri, jualan teri terlupakan. Teri Kece menjadi tak kece lagi. Wong duit di ATM aja enggak habis-habis kok. Jualan menjadi dilupakan. Kerjaan sudah menghabiskan waktu Fey sebagai peramu sambel. Akibatnya promo pun jarang dilakukan.
 
Tetapi ya gitu. Ada saja yang memesan Teri Kece. Mereka mungkin lihat jejak digital di internet. Lalu datanglah bunyi hape “Pesan ya mba 3 toples,” seperti pesan hari jumat kemarin. Teri oh teri, mau dilupakan tetapi ada saja yang mengingat kamu. Tidak niat dijual pun, ada saja yang memesan kamu.
 
Dari pada mengecewakan niatan sang pembeli, kami mengamini pesanan teri itu, untungnya lumayan, meski tidak terlampu banyak. Tetapi menjual masakan itu, soal rasa. Soal bagaimana orang ingin menikmati apa yang kita buat. Tak ingin melukai perasaan orang lain, jadilah teri itu kami buat dan akan di kirimkan senin nanti ke Jakarta Utara.
 
Harganya, sering kali pembeli tak memikirkan soal harga. Kami patok dengan harga Rp55.000 pun tak menolak. Bahkan itu belum ongkir loh. Cara memesannya ya gampag kontak saja nomor Fey: 085797432260. Yakinlah pesan anda akan dibalas. Kalau pesan ke saya, kadang saya cuekin, soalnya lagi sibuk facebookan sih. 🙂

Arden Berkata, salatlah daripada kebakaran

Setelah Arden sekolah PAUD AlFitroh, ilmu agama mulau dikenalnya. Bukan ilmu fiqih dan aqidah gimana-gimana sih.  Arden mulai mengenal salat, doa, neraka dan surga. Mungkin, cerita dari ibu guru membuatnya penasaran dan beberapa kali melontarkan apa yang diperolehnya di sekolah kepada ayahnya. Yang menjadi masalah adalah kalau dia juga mendengar soal agama ini seperti praktik salat dari teman-temannya. Kebayangkan ketika anak mendengar dari temannya kalau tidak salat, rumahnya akan kebakaran di neraka.

Arden : Ayah, ayah...
  Ayah : ZZZZZzzzz (Tidur jadi bangun)
  Arden : Ayah, Ayah...
 Ayah : Zzzzzz (ganggu pisanlah)
 Arden : Tahu enggak, kata Igri itu ayah dan Ade itu harus rajin salat. Kalau enggak rumah kita kebakaran.
 Ayah : Ya ampuuun. Tapi ini enggak kebakaran.
 Arden : Nanti yah, kebakarnya.
 Ayah : Loh... nanti kapan?
 Arden : Di neraka!
 Ayah : Tobat Ya Alloh... Ampuni kami.
 Arden : Ih ayah mah... Malah berdoa. bukan salat.

Arden pasti horor banget soal cerita tidak salat ini. Perkaranya ayahnya memang jaaaraaaang sekali salat. Jangankan salat bangun pagi banget aja ogah kok. 🙂 Seorang  psikolog bernama Dini S. Budi, cara mengenalkan tentang ajaran agama adalah dengan menceritakan secara sederhana berkaitan pelajaran ketuhanan, seperti anak diajak berdoa sebelum melakukan kegiatan. Orang tua juga bisa mencontohkan dengan memberikan anak perlengkapan ibadah dan ajak mereka melakukan bersama. Anak akan melakukannya tanpa terpaksa kelas, dengan kesadaran sendiri.

Baca juga : Masjid Pinky : Laporan Lomba Mewarnai

Selain itu, anak akan merasa dekat dengan orang tua ketika mengajarkan tentang agama, misalnya mempersiapkan alat ibadahnya. Anak akan mencontoh perilaku kita. Ketika kecil, anak memiliki kemampuan yang terbatas tentang ketuhanan, maka orang tua dapat menuntunnya dan mengenalkannya secara perlahan. Ajarkan kebaikan-kebaikan dalam melakukan ibadah dan ritual lain dalam beragama.

Ketika sejak kecil mengenalkan Tuhan, setidaknya orang tua memberikan bibit spiritualitas untuk anak anak. Beribadah merupakan wujud rasa syukur dan ekspresi seorang manusia yang membutuhkan kedamaian dalam dirinya. Ketika anak dikenalkan beribadah, , anak-anak belajar mensyukuri nikmat-Nya. Ajarilah sejak kecil, agar dia terbiasa melakukannya dengan kesadaran dan sudah terbiasa beribadah ketika dewasa kelak.

Wajib Mampir ke Tempat Ini Kalau Liburan ke Labuan Bajo!

 

“Kita perginya naik apa yah?” Tanya Arden penasaran mau berangkat naik apa. Naik Pesawat dong! Berpergian jauh tentu saja sik asik naik pesawat. Jadi ingat pertama kali Arden balik kampung ke rumah kakeknya, dia senang sekali naik pesawat. “Boleh berdiri enggak yah?” Aku menggeleng dan menginstsruksikan duduk, karena pesawat siap mau lepas landas.

Soal berpergian jauh begini, harus pilah-pilih naik pesawat nyaman, apalagi kalau perginya jauhhhh sekali. Terutama Kalau berpergian ke tempat tujuan wisata. Selain tempatnya juga harus milih yang oke punya, tujuan wisatanya juga yang sik asik untuk dikunjungi.

Naik Citilink, ayo kita ke Labuan Bajo. Kota di Nusa Tenggara Timur ini seakan tidak ada habisnya memikat hati jutaan wisatawan. Tidak hanya tentang Pulau Komodonya yang terkenal di dunia, di sini masih banyak lagi destinasi wisata andalan yang menawarkan keindahan bukit, pantai, bahkan alam bawah lautnya.

Hal yang paling membuat wisatawan terpesona saat berkunjung ke Labuan Bajo adalah langit di kala senja! Bagai surga menanti malam. Warna langit yang berubah menjadi jingga, menciptakan siluet menakjubkan dari pulau-pulau kecil di sekeliling Labuan Bajo.

Hampir semua destinasi wisata di Labuan Bajo dapat dijadikan spot spesial menikmati senja. Destinasi wisata apa sajakah itu? Yuk langsung saja disimak. Jangan sampai ketinggalan info wisatanya.

Manta Point

sumber:komododivecenter.com

Manta Point merupakan destinasi wisata snorkeling yang berada di tengah-tengah laut. Keunikan dari destinasi wisata ini adalah, kamu bisa snorkeling bersama Manta Ray. Jika kamu beruntung, Manta Ray berenang sangat dekat dengan kamu, sampai-sampai kamu bisa menyentuh bagian tubuhnya.

Pulau Kalong

sumber:lovina.co.id

Destinasi lain di Labuan Bajo yang tidak kalah uniknya yakni Pulau Kalong. Berkunjunglah waktu senja tiba, kamu akan disambut ribuan binatang Kalong yang berterbangan keluar dari sarang mereka. Pengalaman yang tidak boleh kamu lewatkan begitu saja ketika jalan-jalan ke sini adalah melihat keindahan pulau diwaktu senja dengan dihiasi ribuan Kalong berterbangan di langit.

Pantai Pink Namo

sumber:baliaerotravel.com

Mulai santer terdengar pada awal tahun 2015, Pantai Pink Namo kini jadi salah satu destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi di Labuan Bajo. Pantai dengan pasir berwarna pink ini tidak hanya menawarkan keindahan bibir pantainya saja, alam bawah lautnya juga tidak kalah indah loh!

Namun, karena masih terbilang destinasi baru, Pantai Pink Namo masih belum dikelola secara baik. Masih banyak sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai. Sangat disayangkan.

Air Terjun Cunca Wulang

sumber:tjuputography.com

Air Terjun yang satu ini sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara, itu terlihat dari banyaknya turis asing yang datang dibanding dengan turis lokal. Air Terjun Cunca Wulang berlokasi sekitar 300 meter ke arah timur Labuah Bajo. Dan ketika berada disini, kita akan merasa seperti sedang di kampung halaman sendiri! Untuk menikmati keindahannya, kamu diharuskan berjalan melewati hutan sekitar 30 menit.

Setelah menempuh perjalanan tersebut, kalian akan disambut dengan keindahan tebing tinggi dan air sungai jernih berwarna biru. Kamu diharuskan berenang terlebih dahulu sebelum benar-benar mencapai air terjun.

Ada keseruan lain, bagi kamu yang suka dengan adrenalin, kamu bisa melompat dari tebing dengan tinggi sekitar 10 meter. Selain menguji nyali, melompat ke sungai dari ketinggian tebing juga akan memberimu pengalaman yang istimewa.

Pulau Kanawa

sumber:sayabackpacker.wordpress.com

Bagi kamu yang ingin bersantai sambil menikmati keindaham Labuan Bajo, Pulau Kanawa adalah destinasi wisata yang tepat. Di tempat ini terdapat restoran dengan menu aneka olahan laut, yang pasti dengan citarasa istimewa. Tidak hanya itu, kamu juga bisa snorkeling atau berjalan mendaki bukit yang berada di sekitaran Pulau Kanawa. Di puncak bukit tersebut, kamu bisa menikmati keindahan alam yang menakjubkan. Waktu yang paling tepat berada di puncak bukit adalah saat senja tiba.

Pulau Bidadari

sumber:komodotour.co.id

Pulau Biadari atau Angel Island adalah pulau yang lokasinya paling dekat dengan Labuan Bajo. Di pulau ini, kamu bisa puas snorkeling dan juga bersantai ria. Masyarakat lokal menyebut Pulau ini dengan sebutan Pulau Bidari.

Menarik ya. Itulah beberapa destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi bersama citilink. Tak perlu repot lagi, kamu bisa cek harga tiket citilink lewat www.traveloka.com/citilink. Jangan lupa nantikan promo-promo tiket pesawat citilink, yang tidak hanya murah, namun bisa memberimu pengalaman yang tak terlupakan. Liburan dong naik citilink nyaman bersama keluarga.