Pagi Bersama Hape dan Laptop, Bukan Bersama Arden

Berhari-hari bersama Arden semenjak gemar bermain hape, berhari-hari pula aku sebenarnya sering tanpa kata. Dia sibuk main hape dan aku sibuk main laptop. Sama-sama sibuk. Sibuk enggak karuan. Ayah dan Anak satu ruangan bisu tanpa bicara. Kalau kata Arden, “Ade enggak punya teman, main hape boleh?” Senyatanya pula, aku tak pernah menolak permintaan Arden untuk bermian di hape ku itu. Kalau tidak dikasih hape dia bisa menangis tersedu sedan atau duduk diam dipojokan hingga terlelap. Ngambek!

Sebenarnya, Arden lebih senang bermain denganku tetapi bagaimana mungkin kalau harus meladeninya bermain seharian. Awak tak bisalah intip-intip status kawan-kawan di medsos. Kapan pula waktunya awak mencari informasi soal ini itu, sampai membaca berita. Syukurnya kadang-kadang temannya datang ke rumah. Tetapi ya tetap teman-temannya ngajak bermain handphone juga kalau datang ke rumah. Kalau sudah begini ya wassalam.

Lalu, apakah dibiarkan saja anak sekecil Arden asyik dengan hapenya? Kalau ditelusuri berbagai tulisan di internet banyak dampak buruk kalau anak dibiarkan bermain hape, tablet, ipad, dan alat sejenisnya. Katanya anak-anak bisa  bakal mengalami Pertumbuhan otak yang terlalu cepat, , Obesitas, Gangguan tidur (waktu tidurnya tersita bermain hape), Agresif, Kecanduan. Radiasi (Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan ponsel sebagai risiko kategori 2B, karena emisi radiasi yang dihasilkan. Anak-anak lebih sensitif terhadap berbagai radiasi dibandingkan orang dewasa, karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang).

Disisi lain, Psikolog Tika Bisono mengatakan bahwa gadget sejenis hape itu tidak bisa dijauhkan dari anak. Lah orang tuanya saban hari pegang hape. Permainan atau gem gem kalau kata Arden menjadi pilihan lain ketika tidak ada teman bermain dan alat bermain yang  sangat praktis. Selian itu ya anak menjadi tidak sehat karena jarang keluar rumah. Masalahnya kalau Arden keluar rumah, dia susah mencarinya entah di rumah temannya yang mana bermainnya. Anak juga menjadi jarang terpapar matahari da oksigen di luar rumah.  Ya selain itu enggak pernah keringatan. Lah iya, tangan doang yang bergerak bagaimana mau keringatan. Hal yang paling diwaspadai adalah hape bisa berpengaruh pada sikapnya. anak lebih senang sendiri dan jarang bersosialisasi dengan teman-teman di sekitar rumah. Kalau masalah ini tidak pernah menjadi masalah, teman-teman Arden selalu datang ke rumah. Karena menurut Arden, hanya dirinya yang punya permainan mobil, boneka, kereta yang banyak. “Kalau si Kevin mah Cuma sedikit mainannya,” kata Arden suatu kali. Baca lebih lengkap di link berikut ini viva.co.id

Nah kalau anak sebaiknya harus sering diajak bermain karena banyak manfaatnya. Antara lain anak menjadi mudah bermain dalam tim. Mereka mudah berempati. Anak mudah belajar mengerti perasaan orang lain. Anak yang senang bermain membuat anak Banyak bergerak. Asosiasi Penyakit Jantung Amerika merekomendasikan anak-anak berusia di atas dua tahun harus melakukan aktivitas fisik ya sekurang-kurangnya sejam setiap hari, agar kelak ia suka olahraga. Manfaat lain anak gemar bermain yaitu anak jadi riang gembira. Seperti yang dituliskan dalam link berikut ini kompas.com.

Dunia anak adalah dunia penuh kegembiraan. Anak-anak yang mengenal aneka permainan merasa lebih hip hip hore dan selalu diliputi rasa senang. Jadi, wahai kalian yang membaca blog ini jangan tiru hidup Ayah dan Arden. Tirulah isi dari artikel yang dikutip dari media online tadi. Anak memang tak bisa terhindar dari hape dan sejenisnya, tetapi ajaklah anak bermain kalau bisa keluar rumah. Kalau Arden sih, anak-anak di luar rumah yang diajaknya ke dalam rumah.

 

 

Tags:,
4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *