Anak Anda Sakit, Jangan Terlalu Was-Was

Arden sedang sakit. Aku selalu berupaya lebih tenang melihatnya dengan kondisi badan yang panas, lemas, dan kurang mau makan. Tenang dong tenang. Kan Arden enggak sekali ini doang sakit. Masalahnya ketenangan orang tua menjadi terganggu ketika Nenek dan Kakek turut menjadi pemerhati nomor wahid bagi si sakit. Arden yang sakit panas biasa pun seolah mati besok, berkali-kali sakit, berkali kali bergitu khawatir. Tangan mereka berkali-kali ingin menjamah. Apalagi diiringi kata “panas” berulang kali. Panas ya. Wah panas. Ih panas. Kok panas. Entah berapa kali kata panas ini berulang-ulang dikatakan. Saya pikir cara ini bsia mengganggu anak yang sedang sakit. Sayang sih sama cucu, tetapi enggak tiap 5 menit sekali juga pegang badan si anak. Paling males kalau tangan kakek menjamah dan dia baru merokok. Euhhhh diomongin enggak bisa, tetapi tangan bau rokok itu tetap menjamah tubuh Arden.

Rasa was-was yang berlebihan pun bisa berakibat fatal

Ketika orang tua membawa si sakit ke tempat yang tidak tepat. Seperti klinik atau rumah sakit yang tidak tepat. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan ketika membawa anak berobat, jangan terlalu was-was kalau tidak ya salam akibatnya. Berdasarkan pengalaman hari ini, Arden sakit kayak-kayaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin mengobati anak.

Jangan bawa ke klinik atau rumah sakit yang ruang tunggunya terlalu sempit

Aku pikir menjadi penting tidak membawa anak ke klinik dan rumah sakit yang ruang tunggu tunggu terlalu sempit, pasien akan numplek alias numpuk pada satu tempat. Kita tidak tahu bagaimana riwayat penyakit orang di sebelah, depan, dan di belakang anak kita. Kalau pasien terlalu numpuk begitu, orang yang sehat menunggu si sakit pun bisa-bisa ikut sakit. Nasib orang yang sakit, ya apes deh, si sakit malah berkumpul dengan sesama orang sakit.
Jangan bawa ke klinik dengan pasien yang jumlahnya ratusan
Sejujurnya ini pengelaman pertama membawa Arden ke klinik dengan ratusan pasien. Arden yang sedang panasnya naik-turun malah dibawa ke klinik yang pasiennya ratusan orang. Akibatnya, Arden tentu menunggu terlalu lama untuk mendapat pengobatan dari dokter. Kalau tahu, antrian pasien terlalu lama mending cari klinik atau rumah sakit lain. Waktu daftar antrian, Arden dapat nomor 112. Oh No. Sudah di duga, ini bakal memakan waktu yang lama sampai Arden mendapat giliran periksa. Sementara nomor antrian masih menunjukkan angka belasan orang yang sednag diperiksa. Kalau Kupikir ini gawat. Orang sakit dengan kondisi badan yang lemah harus berlama-lama mengantri. Apalagi pas tahu hanya dua orang dokter yang menangani ratusan orang pasien.

Sebelum berobat periksa dompet

Ya siapkan uang yang cukup untuk berobat. Jumlah uang yang dimiliki bisa membuat orang tua lebih tenang membawa anak ke klinik atau rumah sakit yang lebih baik dan sarana pengobatan yang lebih baik. Ketika uang ada tetapi terlalu stres memikirkan anak yang sakit. Orang tua bisa membawa ke tempat berobat yang tidak tepat. Cek dan ricek tempat berobat anak sebelum membawanya ke sana. Kalau sudah tahu pasiennya bisa ratusan orang, ya mending jangan bawa anak berobat ke sana. Cek juga ruangan untuk menunggu, kalau terlalu sempit mending cari tempat lain deh. Daripada anak bergabung desak-desakan dengan pasien lainnya.
Yah itulah menurut saya yang harus diperhatikan. Ini menjadi pengalaman untuk saya dan mungkin kamu yang punya anak kelak. Intinya ya jangan terlalu was-was ketika anak mengalami sakit.

Tags:,
4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *