Merdekalah 2000

IMG-20151215-WA0003

Merdekalah…

Pulang sekolah, Arden menunjukkan bendera kecil merah putih yang sudah robek. Bendera kecil yang dilem dengan sebatang sapu lidi. “Bendera ini ayah,” kami buat di sekolah, katanya seolah paham apa itu bendera. Digoyang-goyagkannya sedikit hingga lidi hampir mencolok matanya sendiri. “Hati-hati”, kataku. Dia tak menggubris dan terus saja menggoyangkan bendera merah putih dengan sebatang lidi itu.

Lari dia ke dalam kabar dan bertemulah dengan uang dua rebu yang disebutnya dengan uang besar. ‘Ayah aku nemu uang,” aku mau jajan. Aku tak bisa berkata banyak, kalau kuambil dia pasti menangis. Aku tak mau menjajah keriangannya. Lalu dia berlari tanpa mengucapkan salam seperti biasanya. Kubilang hati-hati pun dia tak mendengar. Ya nak, meredekalah. Jajanlah terus, itu menjadi 4 kali dua rebu yang kau minta dan ambil dari kamar. Merdekalah, karena masa kecil adalah masa Merdeka untuk jajan sesukanya.

Merdeka! Merdeka anak-anak negeri. Habis dah uang dua rebu!

Tragedi Uang 100

Suatu kali Arden pergi ke warung dengen pedenya membawa uang seratus rupiah yang berakhir dengan mewek dan pulang ke rumah. Saat itu pula, Arden mulai rajin jajan dengan uang dua rebu.

Sayup-sayup terdengar…

Arden: Ibu, huhuhu, aku jajan mau beli milo uangnya katanya enggak cukup
Ibu: Berapa uangnya kok enggak cukup, biasa juga cukup.
Arden : Seratus bu…
Ibu: Ya iyalahhh seratuss…

Tak lama mengadu ke Ayah
Arden: Coba Ayah katanya enggak cukup
Ayah: Ya iyalah uang 100
Arden : Huhuhu
Ayah: katanya cukup berapa buat beli milo
Arden : Dua rebu…
Ayah: Nih dua rebu…
Arden : Dua atuh ayah… Kan mau beli milo nya ge dua.
Ayah: Yah itu namanya enggak cukup bangetttt

KIPIKI

 

Arden : Ayah, tolong ambilin kopiko di kamar sebelah
Ayah: Ok, aku ambil
Arden: Cepat Ayah
Ayah: Enggak ada Kopiko nya, ini mah permen K I P I K I
Arden : Kopiko ayah ini lihat tulisannya K O P I K O (Belagak bisa baca, dasar bawel pagi-pagi)
Ayah : Kamu, ayah bilangin ini ya baca. K I P I K I (Sambil nunjukin huruf per huruf). Nah kamu baca lagi.
Arden : K I P I K I…
Ayah : Nahhhh, Anak pinter.

First blog post

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.