Kriya Cibiru, Karya Warga Kampung Cibiru

Semua diawali dari Rumah Baca Bambu Biru (Kelak akan diganti TBM Bambu Biru), mengumpulkan buku, dan banyak berbicara dengan Kang Pibsa sebagai pengelola utamanya. Akuh semakin terlibat membantu rumah baca tersebut. Beberapa bulan terakhir mulai kepikiran kok rasanya kegiatan rumah baca mandek disoal baca-membaca saja. Kurang asiknya berkegiatan, enggak gaul kalau kata anak sekarang. Obrolan demi obrolan pun terus mengalir, hingga ide demi ide pun keluar untuk dikembangkan untuk kegia tambahan Rumah Baca Bambu Biru. Dari kuliner, kerajinan bambu (seperti rak, egrang, dll), sampai membayangkan bagaimana agar produk bisa laku di pasaran.

Sebetulnya sudah ada kegiatan yang sudah berkembang duluan dan berjejaring dengan Rumah Baca Bambu Biru, namanya Korang Bumi yang digawangi oleh Ifram (Punten om kita belum bisa bantu banyak Korang Bumi). Korang Bumi sudah masuk tv segala saat berkegiatan bersama Komunitas Pemilik Volvo. Korang Bumi menjadi komunitas yang mengenalkan berbagai permainan tradisional di Sukabumi. Korang Bumi sudah tak asing didengar di Sukabumi. Di Video ini Kang Ifram membawa permainan tradisuinal untuk Komunitas Volvo yang disiarkan oleh Otomoto.

Sekitar sebulan yang lalu, waktu main ke Kampung Cibiru, Kang Pibsa menunjukkan pemesanan Rak Bambu dari Batik Kenarie. Saya sontak takjub dengan hasil rak bambu tersebut. “wah, raknya bagus,” katakuh dan disambut senyum manis dari Kang Pibsa. Ada dua pesanan rak bambu rupanya. Kang Pibsa ternyata tidak tinggal diam dan dia sudah memulai mengembangkan dan menghasilkan produk dari kerajinan berbahan bambu. Dua pesanan rak tersebut sudah menjadi bagian dari ke Batik Kenarie.

img_20160905_072923 img_20160905_071227

 

 

Satu rak yang telah laku dijual tersebut dihargai Rp300.000/ rak (harga promo). Rak Bambu aseli buatan dari warga lokal. Kang Pibsa mengajak tetangga sekitar rumahnya untuk membuat pesanan rak tersebut. Ide dan inisiatif warga lokal merupakan bentuk memberdayakan diri mereka sendiri. Tak usah terlalu didorong-dorong, produk telah dibuat dengan hasil yang bagus.

 

 

Malam tadi (29/09/16), Kang Pibsa mengabarkan ada pesanan baru lagi. Dia mengirimkan sketsa gambar untuk memajang brosur. “Wah keren ada pesanan lagi,” jawabkuh. Pesanan datang dari Batik Kenarie lagi.

13265931_132733730464155_5171431310674773012_n Pesanan Rak dari Batik Kenarie

Kalau dikirimi pesan whatsApp begini biasanya Kang Pibsa meminta untuk diposting di blog atau facebook Rumah Baca Bambu Biru. Akuh memang bertindak sebagai admin Facebook dan Blog rumah baca. Akuh mengendalikan secara penuh media sosialnya, agar informasi diberikan lewat satu pintu. Selain itu, akuh ingin informasi yang dikeluarkan dengan bahasa yang dapat mudah dipahami khalayak ramai.

Adanya hal positif pengembangan produk tersebut tentu harus didukung. lewat pesan WhatsApp pula, akuh menyarankan agar produk rak tersebut diberi nama. Atas diskusi yang tidak ribet, diputuskan nama produknya ‘Kriya Cibiru’. Kriya Cibiru artinya produk yang diolah dari tangan yang dihasilkan dari kampung Cibiru. Kriya Cibiru mewakili karya aseli warga lokal yang ditujukan untuk pengembangan berbagai kegiatan kerajinan bambu.

kriya-cibiru-kriya-cibiru-artinya-produk-yang-diolah-dari-tangan-yang-dihasilkan-dari-kampung-cibiru-kriya-cibiru-mewakili-karya-aseli-warga-lokal-yang-ditujukan-untuk-pengembangan

Kang Pibsa ingin sekali kampung Cibiru,  tempat tinggalnya maju dengan berbagai kegiatan, dimulai dari kegiatan literasi, usaha kewargaan, dan kegiatan lainnya. Dia tak mau kampung yang lokasinya terletak di Desa Cicantayan ini jauh ketinggalan dari kampung lainnya. Sudahlah letaknya jauh dari pusat kota, jangan sampai orangnya juga tertinggal. Tekadnya sangat terlihat untuk memajukan kampungnya.

Semangatnya harus didukung, meski langkah masih sangat tertatih. Kang Pibsa tampak sangat yakin bisa mengembangkan berbagai kegiatan di kampungnya. Bagikuh, ini langkah positif. Dari kegiatan rumah baca dapat berkembang ke kegiatan lainnya. Ya semoga saja setelah pembuatan rak dapat dibuat hasil kerajinan lainnya dan kampung Cibiru menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan dikenal oleh banyak orang.

Merokok Bisa Membunuh Anakmu

Bermain sama Anak
Sejak anak semata wayang saya lahir, saya betul-betul memutuskan untuk tak sekali pun merokok di dekatnya. Akibatnya, saya sama sekali tidak merokok ketika berada di lingkungan rumah, termasuk di rumah tetangga. Alhasil secara perlahan tetapi pasti saya berhasil mengurangi secara signifikan kegiatan buang asap dari mulut dan mengurangi pengeluaran saya. Lumayanlah enggak jajan dua bungkus rokok per hari lagi. Alasan saya tidak merokok di dekat anak saya sederhana saja, saya tidak mau si kecil nan ganteng dijangkiti penyakit akibat asap rokok. Tetapi kalau boleh jujur, penyakit yang ditimbulkan dari asap rokok tidaklah sederhana. Gila benar kan, sudah menghabiskan uang buat rokok, anak bisa mati konyol karena ulah kita sendiri. Ya, jangan merokok di dekat anak anda. Mau mencari dampak dari asap rokok? Banyak kok di internet, googling aja sendiri.
Nah suatu hari. saya haru biru membaca berita di kompas.com tentang seorang ibu dua anak bernama Elysabeth Ongkojoyo mengajukan petisi di change.org kepada Lippo Mall Pluit, JCo Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Petisinya berjudul “Saya dan Bayi Saya Terusir oleh Oknum yang Mau Merokok di Dalam Mall“. Dalam hati saya berkata, ibu melakukan hal yang benar untuk melindungi anak-anaknya. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika ada orang  merokok di dekat anak saya. Buktinya, mertua saya berhasil saya suruh merokok di halaman rumah miliknya sendiri. Mertua saya tak pernah lagi berani merokok di dalam rumah. Sekaligus saya suruh mandi kalau mau cubit, sentuh, atau gendong anak saya.
Permasalahannya, perokok tak peduli atau mendadak tak sadar akan dampak yang ditimbulkan dari asap rokok yang menyebar ke mana-mana. Namanya asap rokok tentu saja melayang-layang seenaknya ke seluruh sudut ruangan. Seperti kata Bu Elysabeth, asapnya sih perlahan hilang, tetapi zat yang disemburkan dari mulut itu loh. Kabarnya zatnya begitu buruk bagi kesehatan, jumlahnya tak sedikit, dan ingat itu asapnya menyatu dengan bau mulut si perokok. Bau mulut plus asap rokok itu dibagi ke seluruh pengunjung tempat makan. Siapa yang mau menerima dan mengisap bau mulut plus-plus itu.
asap-rokok-sangat-berbahaya-bagi-anak-anak
Ehm, sebelum menyudahi tulisan ini, apakah anda sudah mencari dampak merokok bagi anak-anak. Baiklah saya tuliskan sedikit dari link ini, silahkan dibuka sendiri.
Asap rokok sangat berbahaya bagi anak-anak. Masalah yang mungkin bisa dialami anak-anak yang terpapar asap rokok antara lain:
  1. Sindrom kematian bayi secara tiba-tiba (sudden infant death syndrome/SIDS). Asap rokok meningkatkan resiko terjadinya SIDS, tak peduli apakah terpapar saat kehamilan atau ketika dilahirkan.
  2. Anak-anak yang hidup bersama peroko besar kemungkinan mengalami infeksi telinga dalam (otitis media) dan infeksi saluran napas bagian bawah.

Sungguh berbahaya bukan, mau baca bahaya lainnya silahkan buka di link ini . Jika anda perokok yang budiman seperti saya dahulu kala, bebas aktif merokok dimana saja termasuk di dekat anak anda. Hentikan sekarang juga, atau menyesal kemudian. Kalau anak-anak di sekitar perokok tampak sehat-sehat saja, bersyukurlah dia memiliki daya tahan tubuh yang baik. Meskipun dia bertahan hidup di dekat perokok yang tak perhatian akan kesehatannya. Sebagai penutup tulisan ini, semoga Petisi Ibu Elysabeth Ongkojoyo didengar oleh pihak terkait, terutama oleh Gubernur Jakarta sebagai pihak yang berperan dalam membuat dan menjalankan kebijakan di Kota Jakarta.

Yakinlah, Merokok Bisa Membunuh Anakmu

Bermain sama Anak
Sejak anak semata wayang saya lahir, saya betul-betul memutuskan untuk tak sekali pun merokok di dekatnya. Akibatnya, saya sama sekali tidak merokok ketika berada di lingkungan rumah, termasuk di rumah tetangga. Alhasil secara perlahan tetapi pasti saya berhasil mengurangi secara signifikan kegiatan buang asap dari mulut dan mengurangi pengeluaran saya. Lumayanlah enggak jajan dua bungkus rokok per hari lagi. Alasan saya tidak merokok di dekat anak saya sederhana saja, saya tidak mau si kecil nan ganteng dijangkiti penyakit akibat asap rokok. Tetapi kalau boleh jujur, penyakit yang ditimbulkan dari asap rokok tidaklah sederhana. Gila benar kan, sudah menghabiskan uang buat rokok, anak bisa mati konyol karena ulah kita sendiri. Ya, jangan merokok di dekat anak anda. Mau mencari dampak dari asap rokok? Banyak kok di internet, googling aja sendiri.
Nah suatu hari. saya haru biru membaca berita di kompas.com tentang seorang ibu dua anak bernama Elysabeth Ongkojoyo mengajukan petisi di change.org kepada Lippo Mall Pluit, JCo Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Petisinya berjudul “Saya dan Bayi Saya Terusir oleh Oknum yang Mau Merokok di Dalam Mall“. Dalam hati saya berkata, ibu melakukan hal yang benar untuk melindungi anak-anaknya. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika ada orang  merokok di dekat anak saya. Buktinya, mertua saya berhasil saya suruh merokok di halaman rumah miliknya sendiri. Mertua saya tak pernah lagi berani merokok di dalam rumah. Sekaligus saya suruh mandi kalau mau cubit, sentuh, atau gendong anak saya.
Permasalahannya, perokok tak peduli atau mendadak tak sadar akan dampak yang ditimbulkan dari asap rokok yang menyebar ke mana-mana. Namanya asap rokok tentu saja melayang-layang seenaknya ke seluruh sudut ruangan. Seperti kata Bu Elysabeth, asapnya sih perlahan hilang, tetapi zat yang disemburkan dari mulut itu loh. Kabarnya zatnya begitu buruk bagi kesehatan, jumlahnya tak sedikit, dan ingat itu asapnya menyatu dengan bau mulut si perokok. Bau mulut plus asap rokok itu dibagi ke seluruh pengunjung tempat makan. Siapa yang mau menerima dan mengisap bau mulut plus-plus itu.
asap-rokok-sangat-berbahaya-bagi-anak-anak
Ehm, sebelum menyudahi tulisan ini, apakah anda sudah mencari dampak merokok bagi anak-anak. Baiklah saya tuliskan sedikit dari link ini, silahkan dibuka sendiri.
Asap rokok sangat berbahaya bagi anak-anak. Masalah yang mungkin bisa dialami anak-anak yang terpapar asap rokok antara lain:
  1. Sindrom kematian bayi secara tiba-tiba (sudden infant death syndrome/SIDS). Asap rokok meningkatkan resiko terjadinya SIDS, tak peduli apakah terpapar saat kehamilan atau ketika dilahirkan.
  2. Anak-anak yang hidup bersama peroko besar kemungkinan mengalami infeksi telinga dalam (otitis media) dan infeksi saluran napas bagian bawah.

Sungguh berbahaya bukan, mau baca bahaya lainnya silahkan buka di link ini . Jika anda perokok yang budiman seperti saya dahulu kala, bebas aktif merokok dimana saja termasuk di dekat anak anda. Hentikan sekarang juga, atau menyesal kemudian. Kalau anak-anak di sekitar perokok tampak sehat-sehat saja, bersyukurlah dia memiliki daya tahan tubuh yang baik. Meskipun dia bertahan hidup di dekat perokok yang tak perhatian akan kesehatannya. Sebagai penutup tulisan ini, semoga Petisi Ibu Elysabeth Ongkojoyo didengar oleh pihak terkait, terutama oleh Gubernur Jakarta sebagai pihak yang berperan dalam membuat dan menjalankan kebijakan di Kota Jakarta.

Ayah Kapan kerja?

Kakak Tua nan Lapar
Kakak Tua

Arden : Kata ibu, ayah mau kerja lagi ya
Ayah : Kerja? mungkin ya
Arden : Kapan Ayah?
Ayah : Belum tahu
Arden : Aku boleh ikut?
Ayah : Enggaklah kan jauh, ngapain kamu ikut?
Arden : Mau lihat gajah, harimau, monyet….
Ayah : Ade, itu ayah bukan kerja dikebon binatang. Waktu itu kita maen, bukan pergi ke tempat kerja ayah
Arden : Pokoknya aku mau ikut, mau ikut ayah….

(kemudian nangis tiada tara).

Sahabat Suka Duka dan Dia Selalu Tertawa

Jaringan Persahabatan
Pixabay.com

“Jika Anda memiliki teman baik, tidak peduli berapa banyak kehidupan yang payah, mereka dapat membuat Anda tertawa.”-  William Shakespeare

Beberapa kali merasa kesulitan, akuh tahu akan menghubungi siapa, selain sanak keluarga. Apalagi kalau  sudah tidak mampu lagi membeli makanan, akuh pasti menelpon sahabat akuh. Orang yang selalu tanpa tanda tanya kalau membantu, “butuh seberapa besar?” katanya suatu kali. Kalau sudah begini, tiada ragu dan bimbang, tinggal sebut nominal uang dan uang langsung ditransfer. Tetapi sayangnya yang namanya sahabat itu tak banyak, jumlahnya mungkin hanya berjumlah hitungan jari tangan sebelah kanan. Sedangkan jemari tangan sebelah kiri tak termasuk sahabat mereka hanya teman biasa. Bagiku teman itu hanya untuk berbagi tawa, tetapi tidak berbagi uang. Sedangkan sahabat, dia berbagi uang ketika kita susah dan berbagi tawa ketika duka. Eh bukan berbagi uang saja, tetapi berbagi dalam banyak hal.

Sebenarnya akuh sering bertanya-tanya kenapa sahabat hanya sedikit jumlahnya. Lalu, apakah akuh akan melakukan hal yang sama kepada dia yang selalu menyambut dengan tawa ketika merasa lelah menghadapi kehidupan fana ini. Kalau kupikir mungkin akuh akan melakukan hal yang sama untuknya, tetapi tidak untuk teman lain. Karena dia bukan sahabatkuh.

 Sahabat itu Hanya 5 Orang, Tidak Lebih

Akhirnya, akuh memperoleh jawabannya. Ini bukan jawaban asal bunyi tentang sahabat atau kata-kata aduhai ala Mario Teguh. Ini hasil penelitian Antropologi. Jadi bangga deh, pernah belajar di Jurusan itu. Robin Dunbar menyatakan kalau lapisan emosional  paling dekat, orang yang dianggap sangat berharga dan terhubung itu hanya berisi sekitar lima orang. Manusia memiliki hubungan yang erat dengan teman baik jumlahnya tidaklah banyak, hanya hitungan jari sebelah kanan.

best-friends

Kesimpulan Dunbar tersebut berdasarkan penelitiannya pada tahun 90-an. Sang antropolog mencoba menelaah hubungan antara ukuran otak dan hubungan sosial. Lalu, diketahui bahwa semakin besar otak binatang, maka dia akan hidup dalam kelompok yang lebih besar. Kenapa hanya 5 orang? kenapa tidak 6, 7, 8, 15, 45, 156, atau 1.354 orang, seperti nama teman yang tercatat di nomor hape.

Begini hasil penelitiannya, ukuran otak manusia hanya memiliki jumlah hubungan yang teratas dalam suatu kedekatan sosial, jumlahnya diperkirakan 150 orang. Dari 150 orang tersebut, diteliti lagi keeratan emosional dalam jaringan sosial tertentu, berdasarkan tingkat kedekatan terhadap orang lain. Manusia hanya merasa sangat dihargai dan merasa memiliki keterikatan emosional hanya pada 5 orang saja.

Setelah 5 orang itu, ada lapisan kedua berdasar tingkat kedekatanya yaitu 10 orang. Kemudian, lapisan ketiga terdapat 35 orang. Hingga kita merasa begitu banyak teman, lapisan terakhir manusia terhubung dengan 100 orang. Jika dijumlahkan ada total 150 orang yang kita kenal dan saling terhubung. Namun, hanya 5 orang yang bisa disebut sahabat.

Jadi, pantes saja kalau sedang lagi bersusah hati, hilang kendali, hingga tak punya uang kok rasanya hanya sedikit sekali orang yang sangat bisa untuk membantu kita. Mereka adalah sahabat yang menurut Dunbar tak lebih dari 5 orang. Mereka yang bisa menjadi tempat berbagi suka dan duka. Mereka yang selalu tertawa apapun yang terjadi dalam hidup kita. Apakah kau yang membaca tulisan ini mau menjadi sahabatkuh? Pinjamin akuh uang yah….

Sumber:

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/manusia-hanya-bisa-miliki-5-teman-dekat-dalam-satu-waktu

 

 

Ulang Tahun Teman Kasih Buku, Aku Jangan

Arden : Ayah tahu enggak, kawan aku ulang tahun. Dia cewek.
Ayah : Oh, kasih kado atuh…
Arden : Ehm… (Antara mikir atau enggak peduli)
Ibu : Kasih apa ya yah…
Ayah : Kasih buku saja. Buku Arden yang itu tuh masih bagus.
Ibu : Oh ya…
Arden : Tapi Ayah kalau aku ulang tahun, jangan kasih buku. Aku mau kereta api. Masa ulang tahun dikasih buku.
Ayah : Itu buat temanmu, kasih buku biar pintar cerita malam-malam kayak kamu.
Arden : Aku mah enggak mau dak kalo ultah dikasih buku.
Ayah : Oke Arden, sip. Ulang tahunmu juga masih lama.

Tenang Kang, Besok Hari Lebih Cerah

10646949_10207313053050612_7768526639965216945_n.jpg

Sewaktu minum es kelapa muda bersama anak semata wayang yang gantengnya minta ampun, aku terperangah mendengar seorang pembeli mengatakan, “tenang kang, besok  hari lebih cerah.” Aku tak bisa menahan tawa. Omongan tersebut diarahkan kepada pedagang es kelapa muda yang rupanya sedang termenung sesaat menyajikan pesananku dan anakku. Wajah pedangang tersebut langsung berganti rupa dan mengeluarkan rona cerah. “Ai mak begitu dahsyat perkataan pembeli tersebut,” berkata dalam hati. Sejujurnya perkataan tersebut juga mengusir pikirianku. Smeoga esok hari lebih cerah.

Surat Cinta Untuk Arden

794_10208459614993944_8329521073536997100_n.jpg

Arden, Aku harap kelak kau membaca surat ini. Kalau sekarang mah enggak mungkin, usiamu belum genap empat tahun saat aku menulisnya. Kau belum bisa membaca dan menulis. Menghitung baru bisa sampai 5 saja.

Saat menulis ini, kau sedang tertidur setelah makan ice cream cornetto mini kesukaanmu. Sebelum tidur, kau sempat menangis karena tak mau dimandikan ibu, padahal badanmu penuh lumpur. Ibu kesal bukan main, karena enggak nyangka kau bisa mandi dikubangan lumpur di depan rumah. Katanya, lumpur sampai ke pantatmu. Ibu pasti menduga kau tak dijaga ayah. Padahal, aku hanya ingin melihatmu bahagia bermain di luar, meski bermandikan lumpur.

Arden, pada saat menulis ini pula, kita sudah tinggal di rumah yang baru. Meski hanya kontrakan, tetapi ayah dan ibu membuktikan bisa merawatmu tanpa kakek dan nenek. Kami ingin merawatmu sepenuh hati. Meski kau kadang tampak setengah hati mendengarkan kami waktu disuruh mandi atau disuruh pulang menjelang matahari tenggelam.

Arden, di rumah baru  yang masih ngontrak ini, kau sudah bisa berkawan kini. Temanmu banyak sekali. Setiap hari kau bawa ke rumah. Biar kau tahu, mereka senang berteman denganmu, karena mainanmu banyak sekali. Teman-temanmu bebas memainkannya di dalam rumah. Sementara kamu malah asik bermain sendiri di luar rumah.

Nak, ketahuilah diumurmu tiga tahun lebih sepuluh bulan ini, ibu dan ayah sangat menyayangimu. Kami selalu memberi apa saja yang kau minta, meski kami tidak pernah memilikinya sewaktu kecil dulu. Tak jarang pula kesal disimpan dalam hati, karena apa yang kami belikan hancur berantakan. Kalau tak dihancurkan sendiri, ya dihancurkan sama teman-temanmu.

Arden, sekali lagi. Kami sangat mencintamu. Kami senang melihatmu yang selalu tertawa. Kami senang dengan keras kepalamu. Kami senang kau tumbuh sehat seperti anak-anak yang lain. Oh ya sebentar lagi kau ulang tahun, bulan mesi nanti. Ayah sudah bilang sama ibu, nanti kita ajak kau jalan-jalan dan boleh minta kado apa saja. Asal harganya jangan kemahalan.

Arden, jika kau bisa membaca ini kelak. Katakan kepada teman-temanmu, kalau kau memiliki ayah dan ibu yang sangat mencintaimu. Tetapi cinta Ibumu tampaknya lebih besar, meski dia sering melarangmu mandi hujan dan bermain lumpur.

TERI KECE dengan Kemasan Lebih Kece

Teri Kece.png

Promo September

Akhirnya, Teri Kece tampil dengan kemasan kotak plastik lebih kece tanpa perubahan harga. Mari Pesan sekarang juga.
Sambal Teri Medan cocok untuk Anak Kos, Pekerja Kantoran, dan Ibu Rumah Tangga

Rasa :
– Sambal Merah
– Sambal Hijau
Harga
Sambal Teri Hijau/ Merah + Kacang Rp33.000
Sambal Teri Hijau/ Merah Tanpa Kacang Rp35.000
HARGA PROMO : Beli 3 toples harga @Rp31.500
Berat : 200gr/ kemasan toples

Produksi : Sukabumi
Jasa Pengiriman : JNE YES
Mau? Hubungi saja :
Fey
WA : 0857 9743 2260
SMS : 0857 9743 2260
BBM : 521AF7D1
https://www.facebook.com/746536585369994/photos/a.748917958465190.1073741830.746536585369994/1262056397151341/?type=3&theater

Rindu yang Dalam (untuk Arden)

SAM_2682.JPG

Barulah sehari dikau pergi, sayang

Rinduku membabi buta

Malamku hilang, jua siangku

Kemanakah hendak ku berlabuh, sedang pagi tak ingin bertahan

Wahai dikau pujaan semata wayang, hendaklah pula dikau kelak paham

Adanya cinta begitu dalam